POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Muhasabah Diri: Mencermati Lima Kebiasaan untuk Naik Kelas sebagai Hamba

RedaksiOleh Redaksi
September 25, 2023
Muhasabah Diri: Mencermati Lima Kebiasaan untuk Naik Kelas sebagai Hamba
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Fauza, S.Si., M.Pd

Ketika berbicara tentang muhasabah diri, kita membuka pintu menuju refleksi dalam diri kita sendiri. Proses refleksi yang dalam untuk mengkaji tindakan, perilaku, dan perasaan kita sebagai manusia. Proses penting dalam kehidupan seorang muslim, yang secara rutin mengevaluasi diri kita sendiri, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

Dalam perjalanan kita menuju kedekatan dengan Allah, ada lima kebiasaan yang dapat menjadi pilar penting dalam meningkatkan kualitas hidup sebagai hamba-Nya.

Pertama, kita pernah kecewa, tapi tidak pernah mengeluh. Kekecewaan adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan. Namun, seorang hamba yang bijak tidak hanya menerima kekecewaan ini, tetapi juga tidak mengeluh tentangnya. Mereka tahu bahwa Allah adalah yang sebaik-baik perencana dan apa pun yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya yang lebih besar.

Kedua, kita mungkin pernah marah, tapi tidak membenci. Marah adalah emosi manusiawi yang dapat memenuhi hati kita pada saat-saat tertentu. Namun, sebagai seorang hamba, kita diajarkan untuk mengendalikan marah kita dan tidak membenci orang lain. Kita mengedepankan sikap kasih sayang, perdamaian, dan pengampunan.

Ketiga, kita pasti pernah gagal,  tapi kita tidak menyerah. Gagal adalah langkah menuju kesuksesan jika kita belajar darinya. Seorang hamba yang taat tahu bahwa kegagalan adalah ujian Allah dan mereka tetap gigih dalam usaha mereka tanpa menyerah kepada keputusasaan.

Keempat, kita pernah merasa iri, tetapi dalam urusan akhirat. Rasa iri adalah emosi manusiawi lainnya. Namun, seorang hamba yang benar tahu bahwa hanya urusan akhirat yang benar-benar penting. Mereka merasa iri pada kebaikan orang lain dalam hal agama dan amal saleh, bukan pada harta dunia yang sementara.

📚 Artikel Terkait

Mengenal Ariyanto Bakri, Dewa Hukum Terperosok di Sel Tikus

Sesuatu Yang Berbeda

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Jeddah, Di Sini Mimpi Itu Dikubur

Kelima, kita pasti pernah disakiti, tetapi kita tidak balas menyakiti. Disakiti oleh orang lain adalah ujian, tetapi seorang hamba yang benar mengambil jalan yang lebih mulia dengan tidak membalas. Mereka memilih untuk memaafkan dan berusaha memahami bahwa Allah adalah Maha Adil.

Ungkapan seorang salafus saleh yang menyatakan bahwa “seandainya tidak ada hari kiamat, pasti akan aku balas” menggambarkan keyakinan bahwa segala perbuatan kita dihitung oleh Allah. Sebagai pengingat bahwa kita harus bertanggung jawab atas perbuatan kita, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.

Seandainya tidak ada hari kiamat, kita mungkin merasa kesulitan untuk menerima perlakuan buruk atau ketidakadilan di dunia ini. Namun, keyakinan hari kiamat adalah apa yang memberi kita kekuatan untuk menjalani kehidupan ini dengan rasa tenang. Kita tahu bahwa Allah adalah Maha Pencatat, dan segala perbuatan kita akan dihitung-Nya.

Orang beriman meyakini bahwa Allah mengatur segalanya dengan sempurna, dan setiap tindakan kita akan mendapat balasan yang sesuai di akhirat. Pastinya, memberikan kedamaian dalam menghadapi setiap situasi dalam hidup, karena kita tahu bahwa Allah selalu adil dan penuh kasih sayang. Seorang hamba yang beriman tidak hanya mengharapkan balasan di dunia, tetapi mereka tahu bahwa akhirat adalah tempat sejati untuk menerima balasan yang adil. Mereka tahu bahwa setiap tindakan baik yang mereka lakukan, setiap kesabaran yang mereka tunjukkan, dan setiap maaf yang mereka berikan akan menjadi investasi besar untuk akhirat mereka.

Ilmu itu banyak dan luas, sedangkan umur kita terbatas,  maka ambillah ilmu yang terpenting yang kita butuhkan dalam urusan akhirat. Mari kita upayakan kebiasaan; kecewa, tetapi tak mengeluh apalagi putus asa. Marah, tapi tidak membenci. Gagal, tapi tak menyerah. Sakit, tapi tidak menyakiti. Suka iri, tetapi dalam urusan ukhrawi sebagai pijakan yang kuat untuk mengembangkan diri kita dalam iman dan akhlak. Dengan muhasabah yang sungguh-sungguh, kita dapat terus naik kelas dalam perjalanan spiritual kita sebagai hamba Allah yang taat. Semoga menginspirasi! <fauza.mpd025@gmail.com>

Lhokseumawe, 22 September 2023.

 

Riwayat Singkat Penulis:

*Fauza, S.Si.,M.Pd, Guru SMAN 1 Lhokseumawe. Pemerhati Pendidikan dan Pegiat Lingkungan Sosial yang menyukai Sastra. Karya dimuat dibeberapa media cetak dan online.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Senerai Puisi Zaleha Mat Ail

Senerai Puisi Zaleha Mat Ail

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00