POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ngobrol Merdeka Belajar Sambil Ngopi

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
August 25, 2023
Ngobrol Merdeka Belajar Sambil Ngopi
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Sore Kamis. 24 Agustus  saya memenuhi undangan untuk dari Diskominfo dan Persandian Aceh  di Oen Kupi, di kawasan Batoh, Banda Aceh. Undangan sebagai narasumber dalam acara “ Ngobrol Seputar Opini” atau disingkat dengan “ Ngopi”, yang disiar langsung oleh stasiun radio swasta Jati FM di gelombang 103.6 FM yang menjangkau wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, serta radio City di kawasan Lhok Seumawe.

Acara ngobrol seputar Opini atau Ngopi kali ini mengangkat tema mengenal Merdeka Belajar dengan menghadirkan 3 orang narasumber masing-masing Nilawati, kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh, John Abdi, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Aceh, dan saya  sendiri sebagai pengamat atau pemerhati pendidikan.  Acara yang disiarkan langsung oleh dua radio itu secara langsung juga dihadiri oleh sejumlah siswa SMA, MAN dan mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan peserta lain dari beberapa sekolah. Bahkan juga dihadiri oleh perangkat desa Batoh, Banda Aceh. Tentu saja hadir dari pihak penyelenggara  sendiri, dari Dinas Kominfo dan persandian Aceh. Pokoknya lumayan ramai dan semarak.

Acara ngobrol yang dimoderatori oleh Yayan Zamzami memulai obrolan dengan meminta kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh memaparkan tentang pengalaman pertama menjalankan kurikulum merdeka dan juga ketika menjalankan peran sekolah sebagai sekolah penggerak.  Sebagaimana kita ketahui bahwa kurikulum Merdeka, konsep merdeka belajar merupakan kurikulum yang usianya masih seumur jagung. Ya, kurikulum yang hadir di masa Mas Nadiem Anwar Makarim dipercayakan oleh Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbudristek) RI.

📚 Artikel Terkait

Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut

Menanti Pagi

Melangkahlah

INDAHNYA DUNIA

Sudah menjadi tradisi dan pameo “ Ganti Menteri, Ganti Kurikulum”. Maka, begitu pula halnya dengan Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim ini.  Sebagai sosok yang popular di dunia IT, karena dianggap berhasil di Gojeknya, maka popularitasnya membawa berkah sebagai menteri pendidikan di era Jokowi dan Makruf Amien. Ya, tidak kalah pula beliau dibandingkan dengan Menteri Pendkdikan yang pernah menggelindingkan konsep link and match, Prof Wardiman, maka Nadiem Anwar Makarim dengan harapan membawa pendidikan di Indonesia mampu menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat ke masa depan yang serba digital ini.

Sebagai kurikulum baru dengan membawa strategi pendidikan yang membebaskan atau memerdekakan itu, tentu tidak secara serta merta bisa dijalankan. Walaupun berbagai macam nomenklatur, juknis dan juklak sudah dikeluarkan, berbagai aplikasi sudah diluncurkan dan sejumlah guru penggerak, sekolah penggerak hingga pengawas penggerak sudah disiapkan, namun pemahaman semua orang tentu belum sama. Karena pemahaman dan persepsi orang sangat tergantung pada seberapa banyak referensi yang sudah dipelajari tentang kurikulum merdeka dan merdeka belajar itu.  Artinya, masih dicahayai dengan cara yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk menyamakan visi, misi, persepsi mengenai konsep kurikulum merdeka dan merdeka belajar. Ini sangat penting agar semua memiliki pemahaman yang sama, dan bisa melibatkan semua stakeholder dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan merdeka belajar tersebut.

Saat ini, jangankan masyarakat umum yang kurang memahami konsep yang menggunakan terminologi Merdeka tersebut, para praktisi pendidikan saja masih belum seirama. Masih banyak simpang siur dalam memahami konsep itu. Apalagi membaca sendiri semua nomenklatur, juknis dsn juklak serta berbagai macam aplikasi yang sudah disiapkan untuk mengimplementasikan konsep ini. Tentu masih banyak hambatan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kurikulum merdeka tersebut.  Hal ini juga diakui oleh narasumber yang selama ini menjadi pengawas dan tenaga Trainer di Dinas  pendidikan Aceh, John Abdi.  Artinya masih banyak hal yang harus dipersiapkan agar kurikulum Merdeka bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Nah, ngobrol sambil ngopi yang diselenggarakan oleh Diskominfo dan Persandian Aceh ini, yang hanya dilaksanakan dalam waktu yang singkat, di satu sisi memang bagus karena ikut secara partisipatif mennsosialisasikan kurikulum Merdeks dan konsep merdeka belajar. Paling tidak, para peserta dan pendengar kedua radio yang menyiarkan acara tersebut bisa mendapatkan pemahaman baru mengenai tema  Merdeka belajar dsn kurikulum Merdeka. Semoga kegiatan semacam ini juga akan terus dilakukan karena bisa menjadi katalisator sosialisasi dan  distribusi informasi mengenai  hal ini serta hal -hal yang aktual yang perlu diketahui publik. Kegiatan ini juga ikut berkontribusi membangun kepedulian dan sikap kritis masyarakat menyikapi masalah aktual.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Bahasa Ibu Memercikkan Cahaya

Bahasa Ibu Memercikkan Cahaya

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00