• Latest
Ngobrol Merdeka Belajar Sambil Ngopi

Ngobrol Merdeka Belajar Sambil Ngopi

Agustus 25, 2023
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ngobrol Merdeka Belajar Sambil Ngopi

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
Agustus 25, 2023
in Diafragma, didaktika, Edukasi, Kurikulum Merdeka, Literasi, Merdeka Belajar, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0
Ngobrol Merdeka Belajar Sambil Ngopi
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis

Sore Kamis. 24 Agustus  saya memenuhi undangan untuk dari Diskominfo dan Persandian Aceh  di Oen Kupi, di kawasan Batoh, Banda Aceh. Undangan sebagai narasumber dalam acara “ Ngobrol Seputar Opini” atau disingkat dengan “ Ngopi”, yang disiar langsung oleh stasiun radio swasta Jati FM di gelombang 103.6 FM yang menjangkau wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, serta radio City di kawasan Lhok Seumawe.

Baca Juga

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 20, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 17, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 14, 2026

Acara ngobrol seputar Opini atau Ngopi kali ini mengangkat tema mengenal Merdeka Belajar dengan menghadirkan 3 orang narasumber masing-masing Nilawati, kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh, John Abdi, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Aceh, dan saya  sendiri sebagai pengamat atau pemerhati pendidikan.  Acara yang disiarkan langsung oleh dua radio itu secara langsung juga dihadiri oleh sejumlah siswa SMA, MAN dan mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan peserta lain dari beberapa sekolah. Bahkan juga dihadiri oleh perangkat desa Batoh, Banda Aceh. Tentu saja hadir dari pihak penyelenggara  sendiri, dari Dinas Kominfo dan persandian Aceh. Pokoknya lumayan ramai dan semarak.

Acara ngobrol yang dimoderatori oleh Yayan Zamzami memulai obrolan dengan meminta kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh memaparkan tentang pengalaman pertama menjalankan kurikulum merdeka dan juga ketika menjalankan peran sekolah sebagai sekolah penggerak.  Sebagaimana kita ketahui bahwa kurikulum Merdeka, konsep merdeka belajar merupakan kurikulum yang usianya masih seumur jagung. Ya, kurikulum yang hadir di masa Mas Nadiem Anwar Makarim dipercayakan oleh Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbudristek) RI.

Sudah menjadi tradisi dan pameo “ Ganti Menteri, Ganti Kurikulum”. Maka, begitu pula halnya dengan Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim ini.  Sebagai sosok yang popular di dunia IT, karena dianggap berhasil di Gojeknya, maka popularitasnya membawa berkah sebagai menteri pendidikan di era Jokowi dan Makruf Amien. Ya, tidak kalah pula beliau dibandingkan dengan Menteri Pendkdikan yang pernah menggelindingkan konsep link and match, Prof Wardiman, maka Nadiem Anwar Makarim dengan harapan membawa pendidikan di Indonesia mampu menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat ke masa depan yang serba digital ini.

Sebagai kurikulum baru dengan membawa strategi pendidikan yang membebaskan atau memerdekakan itu, tentu tidak secara serta merta bisa dijalankan. Walaupun berbagai macam nomenklatur, juknis dan juklak sudah dikeluarkan, berbagai aplikasi sudah diluncurkan dan sejumlah guru penggerak, sekolah penggerak hingga pengawas penggerak sudah disiapkan, namun pemahaman semua orang tentu belum sama. Karena pemahaman dan persepsi orang sangat tergantung pada seberapa banyak referensi yang sudah dipelajari tentang kurikulum merdeka dan merdeka belajar itu.  Artinya, masih dicahayai dengan cara yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk menyamakan visi, misi, persepsi mengenai konsep kurikulum merdeka dan merdeka belajar. Ini sangat penting agar semua memiliki pemahaman yang sama, dan bisa melibatkan semua stakeholder dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan merdeka belajar tersebut.

Saat ini, jangankan masyarakat umum yang kurang memahami konsep yang menggunakan terminologi Merdeka tersebut, para praktisi pendidikan saja masih belum seirama. Masih banyak simpang siur dalam memahami konsep itu. Apalagi membaca sendiri semua nomenklatur, juknis dsn juklak serta berbagai macam aplikasi yang sudah disiapkan untuk mengimplementasikan konsep ini. Tentu masih banyak hambatan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kurikulum merdeka tersebut.  Hal ini juga diakui oleh narasumber yang selama ini menjadi pengawas dan tenaga Trainer di Dinas  pendidikan Aceh, John Abdi.  Artinya masih banyak hal yang harus dipersiapkan agar kurikulum Merdeka bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Nah, ngobrol sambil ngopi yang diselenggarakan oleh Diskominfo dan Persandian Aceh ini, yang hanya dilaksanakan dalam waktu yang singkat, di satu sisi memang bagus karena ikut secara partisipatif mennsosialisasikan kurikulum Merdeks dan konsep merdeka belajar. Paling tidak, para peserta dan pendengar kedua radio yang menyiarkan acara tersebut bisa mendapatkan pemahaman baru mengenai tema  Merdeka belajar dsn kurikulum Merdeka. Semoga kegiatan semacam ini juga akan terus dilakukan karena bisa menjadi katalisator sosialisasi dan  distribusi informasi mengenai  hal ini serta hal -hal yang aktual yang perlu diketahui publik. Kegiatan ini juga ikut berkontribusi membangun kepedulian dan sikap kritis masyarakat menyikapi masalah aktual.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Bahasa Ibu Memercikkan Cahaya

Bahasa Ibu Memercikkan Cahaya

HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com