POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Titik Bermula Daripada Zab Bransah

Oleh Rosli K .Matari Malaysia

RedaksiOleh Redaksi
July 10, 2023
Titik Bermula Daripada Zab Bransah
🔊

Dengarkan Artikel

 

Saya mulai mengenal dan akrab dengan Zab Bransah, bermula sekitar sebelum penghujung tahun 2022.

Pada awalnya, Presiden persatuan Pemuisi Nasional Malaysia, YBhg. Dato’ Dr. Radzuan Ibrahim (terkenal dengan nama pena Wanrazuhar dalam puisi di Malaysia) memasukkan saya untuk ikut serta dalam grup whatsApp persatuan ini. Pemuisi Nasional ini mempunyai grup whatsApp yang besar, dengan lebih 200 individu, justeru sejumlah ramai penyair dan pelbagai tokoh terkenal di Malaysia menyertainya. Penaung kepada Pemuisi Nasional ini tokoh korporat terkemuka, YABhg. Tan Sri Dato’ Seri Dr. Ahmad Kama Piah Che Othman, yang juga adalah penyair veteran, prolifik berkarya puisi.

Grup whatsApp ini rupa-rupanya diikut serta oleh beberapa penyair terkenal dari Indonesia juga. Antara mereka ialah Zab Bransah (Aceh), Mustiar Ar (Aceh), dan Isbedy Stiawan (sekadar menyebutkan beberapa nama).

Sekali, dalam whatsApp ini, saya terbaca sebuah puisi oleh Zab Bransah. Tentang secangkir kopi. Saya tidak ingat lagi akan judulnya itu. Sebahagian ungkapan beliau dalam puisi, memikat hati saya. Larik itu ialah: “Secangkir kopi habis tak habis”. Wah – begitu getusan hati saya, justeru terpikat.

Tidak itu sahaja. Malah, terdorong hati saya untuk ikut mencipta sebuah puisi, bersempena ungkapan indah dan menarik itu. Tentu sahaja, saya harus mendedikasikan puisi saya, sempena ini, untuk Zab Bransah. Maka saya ciptakan sebagai apresiasi saya:

2/. zab

SELAMAT MALAM SECANGKIR KOPI,
HABIS TAK HABIS

– buat Zab Bransah, kota Langsa

Kurenung malam lewat
bagai kopi pekat.

Detik embun, rintik sepi
lambatkah dinihari?

Balam-balam, terbayang
sayup ruyup usiaku
luyup memanjang.

Sebagai hujung ranting,
sehelai daun kelabu
digeser angin, olang-aling.

📚 Artikel Terkait

Mengenal Tokoh Inspiratif Muklis Puna: Guru Pelestari Sastra, Cahaya Literasi

Produk UMKM Ci Rasa Brownies Raih Penghargaan dari Pj Bupati Abdya

Kutulis Senja Bagi Puan

KETIKA KONSEP PENDIDIKAN TERAPLIKASI APIK DARI VISI MISI NEGARA

Kukenang, segala terpendam
dalam diri
luluh-lantak, rawan tangis.

Kurendam
sebagai luka, abadi bagai puisi
tak bernoktah hujung baris.

Selamat malam,
secangkir kopi
habis tak habis.

Aku sedar
hidup ini, sedih atau indah
bersekali sepahit, semanis kopi.

Kutunggu fajar,
esok cerah
aku harus hidup lagi.

– Rosli K. Matari
14.7.22

3/. zab

Saya pos masukkan ke dalam whatsApp Pemuisi Nasional. Pantas pula mendapat respons terima kasih daripada Zab Bransah. Saya tahu, gembira benar beliau, bukan kepalang. Sahabat akrab saya, Usman Gumanti Ibrahim, di Kuala Lumpur, antara yang ikut menyusul respons. Namun, catatan beliau: Beruntung Sdr Zab Bransah mendapat sebuah puisi dedikasi daripada Rosli K. Matari. Saya yang puluh-puluhan tahun bersama Rosli, belum pernah mendapat puisi dedikasi daripada beliau.

Saya gelak. Sebenar, puluhan tahun lalu, saya pernah mendraf sebuah puisi untuk Usman. Sempena daripada satu larik ungkapan Borges. Namun, saya simpan sahaja, tidak mengirim kepada media. Oleh itu, dedikasi itu tidak pernah diketahui atau dibaca oleh Usman. Jika nanti dapat diketemu dari celah simpanan, insya-Allah, saya unjukkan kepada Sdr. Usman. Mudah-mudahan, masih ada tersimpan. Amin.

Zab Bransah pula, kemudian cepat mengirimkan satu pesanan whatsApp lagi. Pohon izin untuk beliau kirimkan puisi dedikasi itu kepada potretonline.com di Aceh. Sebenar, saya berasa sedih. Saya berhasrat ingin menyimpan sebagai karya belum pernah tersiar, kegunaan bagi mana-mana kumpulan puisi saya akan datang.

Namun, atas permintaan ikhlas Zab Bransah, justeru besar hatinya demikian, tidak mungkin saya tolakkan. Tiada tergamak untuk tidak saya izinkan. Persahabatan adalah lebih berharga, besar makna. Maka, saya izinkan.

Cepat sahaja potretonline.com menyiarkan. Gembira pula rasa hati saya.

Semenjak itulah, saya akrab dengan Zab Bransah. Sampai kadang-kadang kami bergelak jenaka melalui whatsApp. Dan akhirnya, saya tahu, Zab Bransah rupa-rupa antara penyair kontemporari Aceh yang prolifik dan penting.

Tidak itu sahaja, rahmat Allah SWT, saya sudah mulai akrab juga dengan Mustiar Ar, Tabrani Yunis, dan Hamdani Mulya. Semua ini baris terkemuka penyair mutakhir penting Aceh. Semua ini titik bermula daripada Zab Bransah.

—————-
Penyair Rosli K. Matari (Malaysia) adalah penerima gelar Sasterawan Negeri Kelantan pada tahun 2020, di negeri kelahirannya, dan penerima South East Asia (S.E.A.) Write Award 2021 yang dikurnia oleh Kerajaan Thailand.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Gelisah Di Hamparan Sawah

Gelisah Di Hamparan Sawah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00