POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

LOGIKA TERBALIK

RedaksiOleh Redaksi
July 8, 2023
LOGIKA TERBALIK
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Zulkifli Abdy

KAMPANYE itu sepatutnya menjelaskan tentang visi dan misi, atau lebih konkritnya lagi menjelaskan program-program dan apa saja potensi serta kelebihan-kelebihan dari Bacalon yang akan tampil di panggung kontestasi politik. Bukan justru dengan mencari-cari kesalahan atau bahkan menjelek-jelekkan Bacalon lawan yang bernuansa fitnah. Boleh jadi masyarakat luas tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal semacam itu, dan belum tentu akan mempercayainya begitu saja.

Kita kerap menyaksikan melalui media sosial, para pendukung salah satu Bacalon “asyik” menghujat dan menjelek-jelekkan Bacalon lain, sehingga lupa menjelaskan potensi atau keunggulan apa saja yang dimiliki Bacalon yang mereka dukung untuk memikat hati konstituen.

Akhirnya masyarakat luas justru tidak pernah mengenal dengan baik Bacalon yang mereka dukung, sehingga momentum untuk menggugah masyarakat melalui semacam “framing” pun terlewati dengan sia-sia.
Dengan demikian kampanye yang diharapkan untuk meraup sebanyak mungkin dukungan, akhirnya menjadi kontraproduktif, bahkan bisa berbalik menjadi bumerang.

Pada titik tertentu, pendukung Bacalon yang selalu menjelek-jelekkan atau bahkan memfitnah, tanpa disadari justru semakin meninggikan elektabilitas Bacalon lawan yang mereka fitnah itu.

Bukankah pengalaman empiris telah membuktikan, bahwa calon pemimpin yang kerap “dikerdilkan” dan banyak menerima tekanan serta perlakuan yang tidak adil secara politis, pada akhirnya memenangkan kontestasi?

Apalagi masyarakat sekarang sudah sangat cerdas dalam mengamati fenomena politik yang sedang masif berlaku di negeri ini.
Bahkan pada kondisi tertentu, pendukung Bacalon yang merasa diperlakukan tidak adil itu akan menggunakan logika terbalik dalam menyikapinya.

Boleh jadi logika terbalik itu cerminan dari sikap skeptis masyarakat terhadap “budaya-baru” politik yang saling menyerang, sekaligus sebagai respons terhadap dinamika politik yang cenderung pelik.

📚 Artikel Terkait

Menguak Makna Hari Kartini di Era Milenial

Puisi-Puisi S.Sigit Prasojo

KPK, Riwayatmu Kini

Tsunami, Sebuah Memori

Biasanya dalam menyikapi situasi normal yang semu dan dipenuhi kepura-puraan, masyarakat akhirnya cenderung berpikir, dan akan bertindak bahkan berpihak pada kondisi yang sebaliknya.

Kalau itu terjadi, apa yang kita lihat pada bagian muka dari etalase politik yang sedang dipertontonkan, tidak lagi sepenuhnya akan dipercaya oleh khalayak, termasuk juga hasil survei yang tidak mencerminkan realitas sesungguhnya.

Dalam segala ketidakpastian, secara naluriah masyarakat akan berupaya mengonfirmasi sendiri setiap gejala yang ada dengan menelisik referensi yang mereka yakini lebih valid dan terpercaya, seraya terus mencari tahu apa sesungguhnya di balik apa.

Bukankah pada era keterbukaan informasi ini, masyarakat akan dengan sangat mudah untuk mendapatkan data pembanding?
Data tidak lagi efektif disimpan “di lemari besi” atau ruang tertutup, karena kini data apapun relatif dapat diakses oleh siapa saja, sehingga masyarakat awan di lapis bawah sekalipun dapat mengetahuinya dengan mudah.

Kendati dalam dunia politik, dengan alasan tertentu orang biasa melakukan “pengaburan” informasi, bahkan melakukan rekayasa yang sarat dengan kebohongan sebagai bagian dari strategi, tapi kalau semua itu dilakukan secara ceroboh dan tidak cermat, justru akan terkesan memperlihatkan kenaifan belaka.

Lalu pertanyaan yang mencuat ke permukaan di tengah kegamangan yang ada, mengapa sesekali kita tidak mencoba menempuh “jalan-lurus” menuju kehidupan demokrasi yang bermuara pada terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, tanpa secuilpun meninggalkan potensi perpecahan diantara anak bangsa.

Serta mengembalikan waham politik kita pada nilai-nilai yang mengedepankan kejujuran, yang disertai keranggian etika-moral serta kemauan besar kita untuk membangun bangsa ini lebih baik lagi di masa mendatang.

Tentu kita berharap semuanya itu berlangsung khidmat dengan senantiasa memelihara kerukunan serta keakraban diantara segenap warga negara yang berbingkai semangat persatuan dan kesatuan.

Zulkifli Abdy – Pemerhati Masalah Sosial berdomisili di Banda Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Pengembara

Pengembara

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00