• Latest
Ciptakan jalur sepedaku

Ciptakan jalur sepedaku

March 14, 2023

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ciptakan jalur sepedaku

Tulisan dalam rangka Lomba Menulis Essai Majalah POTRET yang diselenggarakan oleh CCDE, POTRET Gallery, Majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas dengan dukungan Toko Serikat Bike dan Jasaroda. Tulisan ditayangkan Apa adanya dari penulis, tanpa diedit oleh pihak penyelenggara. Silakan baca dan berikan komentar terhadap tulisan dan berikan like

Redaksi by Redaksi
March 14, 2023
in Artikel, Esai, Lomba Kreativitas, Lomba Menulis POTRET, Program 1000 sepeda dan kursi Roda, Sepeda
0
Ciptakan jalur sepedaku
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Amalia Ruzikna

Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Baca Juga

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Organisasi lingkungan greenpeace Indonesia mengatakan pengunaan sepeda berdampak positif bagi kesehatan masyarakat juga kualitas pada udara. Sepeda tidaklah mengeluarkan emisi yang berbahaya karena tidak menggunakan BBM yang menjadi polutan di udara. Dengan bersepeda tidak perlu untuk merogoh kantong yang besar dengan membeli BBM, tidak bayar parkir,tidak bayar pajak tahunan,tidak perlu ganti oli,tidak perlu sim.

Penggunaan transportasi sepeda sangat fleksibel, sepeda bisa menempuh jarak yang pendek,sedang maupun jauh, sepeda hanya membutuhkan ruang gerak yang kecil saja, berbeda dengan kendaraan roda empat dan dua. Biaya infrastruktur sepeda bisa jauh lebih ekonomis dibandingkan transportasi yang lainnya, lebih banyak manfaat nya juga bagi lingkungan sekitar. Pengembangan juga pembuatan akses jalur sepeda harusnya terealisasikan, agara sepeda tidak menganggu pengguna transportasi lainnya. Salah satu pengembangan akses jalur sepeda adalah cermin pembangunan yang berkelanjutan untuk lingkungan yang lebih sehat.

Organisasi lingkungan global greenpeace juga menilai , kalau jalur sepeda harus di kembangkan agar mendorong juga masyarakat untuk beralih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Bahkan negara negara maju lebih marak untuk menggunakan sepeda contohnya seperti belanda,deenmark,hongaria,swedia bahkan jepang. Namun di Indonesia sendiri angka pengguna sepeda sangat kecil hanya 2% saja, maka dari itu pengadaan fasilitas pesepada harus ditingkatkan,ditambah. Jika fasilitas sepeda di tambahkan juga di tingkatkan pasti pesepeda juga meningkat.

Penggunaan sepeda memang perlu diberi fasilitas untuk meningkatkan keselamatan para pengguna sepeda dan bisa meningkatkan kecepatan berlalu lintas bagi para pengguna sepeda. Hal hal yang terjadi pada saat pesepada dan pengendara sepeda motor sering kali konflik pada saat di persimpangan karena pesepadaa mengambil jalur dari milik sepeda notor, maka seharusnya jalur dari sepeda harus di adakan harus dipisah dari jalur lalu lintas kendaraan bermotor. Jugaa akses jalan untuk sepeda harus di bedakan warnanya agar kendaraan bermotor juga tahu kalau itu milik pesepeda.

Setelah adanya nanti jalur dari pesepada Indonesia mungkin juga akan seperti negara maju, masyarakat nya lebih mau menggunakan sepeda daripada kendaraan bermotor, juga masyarakat dapat menikmati jalan yang tidak macet di pagi hari.

Sebaiknya jalur dari pesepeda tidak harus besar namun memadai sepeda untuk bergerak, pemerintah harus andil juga dalam pembuatan jalur pesepeda ini agar membuat himbauan kepada pengendara bermotor juga angkot angkot untuk tidak mengganggu akses jalan pesepeda. Hadirnya pesepeda ini dapat memberikan warna baru bagi Indonesia, yang saat ini contohnya saja Jakarta yang memiliki polusi udara yang sangat kotor, karena banyaknya penggunaan kendaraan bermotor maupun mobil, macet dimana mana.

Jika nanti sudah adanya jalur akses jalan untuk pesepeda mungkin akan membuat bumi lebih bersih dari polusi , jarak yang harusnya di tempuh jauh bisa jadi lebih dekat, karena tidak harus berebut jalan dengan pengguna motor. Setidaknya akses jalan yang di berikan untuk pesepeda juga jangan dijadikan lahan angkringan apalagi parkiran, Indonesia seharusnya ramah untuk pesepeda, jangan menganggap jalan pesepeda itu hal yang sepele sahaja.

Jepang salah satu contohnya jumlah sepeda di sana sekitar setengah dari populasinya, sepeda juga di pakai dari berbagai kalangan juga, gak memandang usia,dari mulai anak muda,anak kecil, yang sudah berumur juga tetap menggunakan sepeda bahkan polisi di jepang patroli menggunakan sepeda, yang berbaju rapi atau orang kantoran juga sepedaan, banyak juga tukang delievery menggunakan sepeda, uniknya walaupun ada goncengan pada sepedanya sangat tidak di perbolehkan untuk goncengan disana,kecuali dewasa yang membonceng anak di bawah 6 tahun. Kerennya di jepang sepeda sudah di jadikan kendaraan yang terdaftar di kepolisian setempatnya,jadi sangat ramah buat pesepeda kalau hilang mereka bisa melaporkan saja.

Yang paling menarik dari jepang adanya jalanan khusus pesepeda, lahan parkir untuk sepeda juga banyak,ada yang gratis ada yang berbayar juga,kerennya tidak ada yang namanya pungli disana,bahkan anak anak yang bersepada juga sangat aman. Akses jalan yang baik untuk pesepeda haruslah baik tidak ada lobang juga harus di perhatikan juga di samakan dengan jalan pengendara bermotor,agar pesepeda juga merasa diperhatikan lebih oleh pemerintah sekarang ini.

Di beberapa kota besar saat ini, telah banyak dibuat jalur khusus untuk para pesepeda. Di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta saat sudah ada rambu jalur khusus sepeda. Tapi banyak pula kota-kota lain yang masih menyatukan jalur laju sepeda dengan kendaraan umum. Jika disaat amat macet, kamu harus punya strategi untuk mencari rute-rute alternatif alias jalur tikus. Kamu bisa mempergunakan GPS di smartphone kamu untuk mendapat rute-rute itu.

Untuk menjaga keselamatan kita bersama , wajib menggunakan helm sepeda agar perjalananmu aman. Juga sebaiknya gunakanlah baju berwarna terang agar kamu terlihat oleh pengendara lain di jalanan. Hal ini terutama sangat penting apabila ingin berangkat bersepeda kala pagi buta, atau kalau pulang menjelang malam. Meski saat ini di beberapa kota besar telah disediakan jalur sepeda, pesepeda tetaplah berhati-hati. Kebanyakan jalur sepeda masih sangat baru, dan juga terkadang jalurnya juga digunakan oleh pengendara roda dua.

Perhatikan di sekelilingmu ketika bersepeda. Jangan mengerem mendadak, apalagi mengebut saat ada celah jalan untuk mengayuh lebih cepat. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan Yang terpenting adalah kamu bisa menikmati perjalanan. Semoga jalur untuk pesepeda dapat terealisasikan di Indonesia di setiap kota yang ada di Indonesia.

 

Bio Narasi

Amalia Ruzikna ,merupakan anak dari  bapak mirdha putra dan ibu nova juliana, Lahir di sigli , 11Januari 2003. Sekerang berkuliah di S1 Komunikasi penyiaran islam fakultas dakwah dan komunikasi Universitas Islam Negeri ar-raniry. Menulis adalah menjejak aksara dan berbagi cerita pengalaman sehingga akan terus menulis. Saat ini berdomisili di kecamatan blangkejeren,kabupaten gayo lues namun sekarang sedang menempuh jenjang kuliah dan tinggal di banda aceh tepatnya di peurada utama.

Saya juga aktif di beberapa organisasi di kampus ada pada himpunan, komunitas film, dan banyak lainnya lagi. Menulis adalah suatu yang lahir dengan tanpa adanya paksaan terus mengalir untuk terciptanya karya karya keren dari anak muda Indonesia, semoga dengan adanya lomba pembuatan essai ini dapat meningkatkan pengguna sepeda di Indonesia.

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 158x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 107x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 91x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Islam

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029
#Doa di Bulan Ramadan

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
#Ijazah

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu
Esai

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
Next Post
Pengusaha Taipan, Kasta Ekonomi Yang Tidak Mesti Identik Dengan Kultur Kecinaan

Pengusaha Taipan, Kasta Ekonomi Yang Tidak Mesti Identik Dengan Kultur Kecinaan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com