POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

PERTOLONGAN

RedaksiOleh Redaksi
January 9, 2023
PERTOLONGAN
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Suroto

Setiap orang ingin mencari pertolongan apapun masalahnya. Orang biasanya akan meminta pertolongan pada orang terdekat. Orang tua, suadara, teman, tetangga, atasan di kantor, teman kerja atau organisasi, konsultan, psikolog, dokter, bank, rentenir atau siapapun yang dikenal. Bahkan kepada siapapun melalui media sosial atau platform pertolongan umum. Semua permintaan pertolongan itu ditujukan pada orang lain.

Mungkin saja ada yang peduli. Terutama orang orang terdekat. Menolong dari jerat utang yang melilit, mendapatkan uang makan saat tak punya uang sama, bayaran sekolah anakmu, dari rasa sakit, menganggur dan kesulitan yang melilit apapun itu.

Sesaat masalah jangka pendek mungkin terselesaikan. Pertolongan jangka panjang didapat dengan mendapatkan pekerjaan, pinjaman modal untuk memulai bisnis, mendapat solusi masalah masalah serius seperti soal hukum, kesehatan dan lain sebagainya.

Tapi tidak semua pertolongan itu akan membantumu untuk mendapatkan solusi yang sungguh sungguh selesaikan masalahmu. Bank dan rentenir yang menolong akan datang menagih. Orang yang memberi pinjaman uang akan datang menagih. Tidak semua pertolongan gratis. Andaikan ada yang memberikanya secara gratis itu karema belas kasih.

Siapapun mereka yang akan datang menolong itu pasti punya keterbatasan. Mereka menolong karena kebaikan hatinya untuk merelakan yang mereka punya atau karena mengharap sesuatu kembali. Bahkan akan datang mencekik. Sebut saja utang dengan bunga yang tinggi seperti rentenir.

Hingga satu saat, dunia ini menjadi sangat kejam. Ketika pertolongan sudah tak ada lagi yang datang menolong.  Mereka mungkin sudah jenuh atau bahkan jengkel karena permintaan pertolongan orang lain. Bisa jadi mereka juga marah karena seseorang tak komitmen dengan janji untuk mengembalikan uang pinjamanya.

Kenyataan di atas sesungguhnya mengajarkan pada kita. Sesungguhmya pertologan orang lain itu ada batasnya. Pertolongan itu juga tak semua gratis. Pertolongan itu sementara. Hal  penting lainnya bahwa, semua itu tak dapat  diandalkan.

Hal terpenting yang akan mampu menolong secara permamen  itu sesungguhnya adalah diri sendiri. Bukan orang lain. Bahkan orang lain yang menolong justru akan datang menjadi tambahan beban hidup kelak di kemudian hari.

📚 Artikel Terkait

LAJULAH BIDUKKU LAJU, ACEH LON SAYANG

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Kebenaran Viral Mengalahkan Klarifikasi

CORPORATE IDENTITY: UPAYA MEMBANGUN CITRA IDENTITAS DIRI

Cobalah lihat, ketika mereka yang berutang uang pada bank, atau bahkan rentenir. Mereka tak hanya akan menagih tapi bahkan menyita apapun yang dimiliki. Mereka akan datang dengan perhitungan yang berlipat lipat.

Jalan terbaik adalah mustinya seseorang mampu mengatur pengeluaran dan pemasukan sendiri. Bukan meminta pertolongan pada orang lain. Sebab itu menolong diri sendiri sangat penting. Jika sering terbelit utang, maka sebaiknya biasakan dengan menabung.

Berapapun pendapatan kita semestinya  disisihkan untuk ditabung. Bukan soal besar atau kecil uang yang  ditabung, tapi itulah yang namanya disiplin diri.  Disiplin menabung adalah yang akan mampu menolong diri di masa datang. Tabungan adalah asuransi masa depan. Seberapapun tabungan itu yang akan menolong kita di masa datang.

Melalui disiplin menabung akan juga memiliki perencanaan yang lebih tertata. Menanam karakter untuk menjadi perencana yang baik. Memiliki kemampuan mental untuk tidak boros dan mengikat dengan kebiasaan menghargai usaha sendiri.

Itu baru soal utang. Bagaimana dengan soal kesehatan?. Tentu akan banyak sekali hal hal yang bergantung pada diri sendiri. Makanan dan minuman sehat adalah asuransi masa depan kita.  Agar terhindar dari jahatnya penyakit. Membersihkan lingkungan sekitar bersih dari kuman dan penyakit juga adalah  upaya diri sendiri yang akan menolong hidup.

Semua hal di dunia ini berlaku seperti hukum besi. Jika biasa menolong diri sendiri , maka akan tumbuh jadi pribadi yang tak hanya kuat, juga menjadi memiliki kapasitas besar bahkan untuk menolong orang lain di lingkungan sekitar.

Peribahasa kuno katakan, yang mampu menolong dirimu sesungguhnya adalah dirimu sendiri. Demikian juga suatu kaum, masyarakat atau bangsa ini. Tak ada yang mampu selamatkan nasibnya kecuali atas usahanya sendiri.

Untuk menjadi pribadi, kaum atau bangsa yang kuat itu juga harus berpijak pada kekuatan dirinya sendiri. Bukan orang lain atau bangsa lain. Jadi baiknya hentikan berharap pada pertolongan orang lain. Jadikanlah diri pribadi dan kekuatan kita untuk menolong diri sendiri dan juga orang lain.  Selamat tahun baru 2023! Damai dan bahagia selalu untuk kita semua!.

Jakarta, 31 Desember 2022

Suroto

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Perbaiki Orientasi Gerakan, Temukan “Titik Temu” dan “Titik Pusat”

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00