🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Zulkifli Abdy
Kegamangan malam merangkak
mengikuti detak jarum jam
Perlahan mengunci hening huma di
segara yang telah ditinggal kelana
Entah apa yang ada digenggam erat perjalanan terakhir musafir
Mendekap sesuatu yang dia sendiri tak mengerti pada siapa diperuntukkan
Meninggalkan apa saja yang dia tak paham pada siapa diamanatkan
Kini ranah itu telah menjelma menjadi hamparan puing berserakan
Seperti tak ada lagi sisa masa lalu kehidupan yang dapat dikisahkan
Di bawah tenda-tenda pengungsian segalanya mesti dimulai dari awal
Kehidupan senantiasa menjanjikan sesuatu yang tak pasti
Kecuali keyakinan tentang qadha dan qadhar.
(Z.A -Mengenang tsunami di Aceh 26 Desember 2004)
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






