POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Retorika Hidup Beragama

RedaksiOleh Redaksi
December 22, 2022
Retorika Hidup Beragama
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Tri Harsono 

Setelah renaissance, akhir dari jaman gelap Eropa, manusia menjadi pusat. Sebelumnya nalar manusia berbasis pada agama (baca Tuhan). Segala sesuatu harus dipikirkan demi kemaslahatan manusia. Untuk manusia. Humanis. Dalam dunia ilmu akhirnya pun ada ilmu humaniora, psikologi masuk di dalamnya.

Agama sebenarnya hadir demi kemaslahatan manusia (hudan lilmutaqin). Tak relevan untuk mengaitkan kemaslahatan dengan wujud Tuhan. Agama merupakan sistem kanoptik yang tak tergantikan oleh kecanggihan teknologi mutakhir. Sistem pengawasan dari lubuk hati manusia terdalam.

Sebenarnya kritik diarahkan kepada pemeluk agama mana pun. Dan bukan agamanya. Sampai Nietzsche yang ingin membunuh Tuhan, sebenarnya ingin membunuh tafsir manusia yang salah mengenai agamanya. Tafsir yang membuat agama jadi candu. Meninabobokkan. Malah pada akhirnya Tuhan tak perlu dibunuh. Tuhan akan mati dengan sendirinya dengan sains dan teknologi.

Lebih jauh sudah sejak jaman Yunani kuno sudah bergema seruan ke arah kemandirian beranilah berpikir sendiri. Di sisi lain, termasuk pemicu lahirnya demokrasi, telah ada kesadaran tentang pengakuan bahwa manusia itu terbatas. Tapi yang terbatas itu batasnya juga seakan tak bertepi.

Membaca tulisan Pak Haedar, sebenarnya dapat dipandang melalui kacamata bola yang sekarang telah membuat banyak orang kemaruk bola. Intinya ada tiga dalam bola Paradoks, kompetisi, dominasi.

Ada antagonisme dalam bola, bisa bersifat total, meskipun sebenarnya dalam pertandingan persahabatan. Bersahabat dalam permusuhan (lebih tepatnya perlawanan). Tapi juga memusuhi, melawan yang lain yang sebenarnya sahabat. Dari situ siapa yang menang akan mendominasi. Sesuatu yang otomatis.

📚 Artikel Terkait

Butuh Malu untuk Menjadi Guru

Kisah Guru Honorer – Ulasan Artikel

OH…BETAPA MAHALNYA PENGORBANANMU

TETESKAN SEDIKIT SAJA AIRMATA KITA

* Qatar, sejauh ini di luar bola, dalam bingkai bola telah tampil sebagai pemenang. Dengan dakwahnya. Tak soal efektif, seberapa efektif.

Bagi para pecundang dalam kompetisi bola akan melahirkan kegelisahan moral. Terutama dari tim yang banyak diunggulkan. Secara hitungan di atas kertas, di atas ramalan, yang Joyoboyo, atau bukan, Messi dkk. mestinya mampu menunjukkan dominasinya. Tapi takdir bicara lain. Sudah pernah terjadi kasus bunuh diri akibat tak mampu menanggungkan beban semacam itu.

Padahal, sebenarnya, melihat mana yang menang mana yang kalah tergantung kacamata yang dikenakan.

Orang bisa saja luput sisi subjektivitas Messi yang secara kasat mata, empiris, ilmu bukti, dia kalah. Padahal, sejatinya Messi larut dalam sikap rendah hati hingga lebih suka memberi kesempatan yang lain untuk menang dominasi.

Isu radikalisme yang terus menerus digemakan, akhirnya juga, sebenarnya dapat dilihat dengan perspektif bahwa ada sementara pihak yang hilang kepercayaan, keyakinannya terhadap jati dirinya yang moderat. Kalau sudah yakin benar bahwa dirinya moderat, kenapa pula perlu menegaskan bahwa yang lain – dulu, imbas dari perang salib ada sebutan saracen, berasal dari kata syarq, timur, yang berarti Islam – radikal.

Sementara, di dunia Islam yang sebenarnya tercabik-cabik oleh isu lokal atau global, dapat disatukan dengan ulah Barat yang secara esensial negatif. Barat sepenuhnya negatif. Potato. Sak karepe dewe. Nggawe rumusan dewe, menunjukkan bebas seperti, “yang ini radikal, yang itu radikul dan yang radikil.” Mana yang maftuh, majrur dan marfu’ , semua ditentukan sendiri tanpa landa

Hidup ini memang absurd. Tapi nikmati saja. Ngopi saja.

 

—– Albert Camus.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
SETJUIL KENANGAN BERSAMA IBOE DAN GOEROE

SETJUIL KENANGAN BERSAMA IBOE DAN GOEROE

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00