🔊
Dengarkan Artikel
Karya Ali Hamzah
Marahmu membunuhku, bulan
Matahari redup di ujung senja
Tak berapa lagi, aku tak tahu
Matahari memadamkan cahayanya
Pulang ke pangkuan malam
Bumi mendekapnya
Marahmu membunuhku, bulan
Air mata melampiaskan gigil hati
Jantung dan nafasku melahirkan sengal
Kalbuku menarikan hiba
darahku tersendak di ujung nadi
Aku mesti bagaimana
Bulan.
Manggeng, 25 Nopember 2022
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






