POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

NEGARA INDONESIA

RedaksiOleh Redaksi
November 10, 2022
NEGARA INDONESIA
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Fajar

Budaya dan seni tidak lagi hadir memberi kesejukan bagi jiwa yang dahaga, sebab budaya dan seni materialisme sudah menjadi berhala yang  punya potensi menggantikan kedudukan Tuhan. 

Bagaimana mungkin aku bersedih. Jika Ia datang menghibur.

Bagaimana mungkin aku khawatir. Sedang Ia telah memastikan

Bagaimana mungkin aku gelisah. Sedang Ia adalah ketenangan.

Bagaimana mungkin aku sengsara. Sedang Ia menemani.

Bagaimana mungkin aku mengeluh. Sedang Ia memberi karunia.

Bagaimana mungkin aku menjerit. Sedang ia mendengarkan

Bagaimana mungkin aku terkapar. Sedang Ia adalah penyembuh

📚 Artikel Terkait

Sumbar Talenta Terpilih Menari di Depan Walikota Den Haag

Bangsa Pecundangkah Kita?

Dahsyatnya Dampak Berwirausaha itu

PERKEMBANGAN PENGGUNA SEPEDA DI ERA NEW NORMAL

Bagaimana mungkin aku miski. Sedang Ia Maha Kaya

Bagaimana mungkin aku terkalahkan. Jika Ia memenangkan

(Nyanyian asmara Musa dalam syair Hud-hud)

Dahulu kala pada saat kamu masih bayi, yang pada saat itu harta dan jiwamu dirampas oleh koloni. Pada saat itu kami datang dengan segenap jiwa dan raga untuk melepaskan-engkau dari perbudakan kolonial Belanda. 

Bahkan tidak segan-segan kami menyumbang harta benda untuk dirimu agar tumbuh dan kuat. Kini ketika engkau sudah menjadi R I dengan gagah dan perkasa Engkau lengkapkan diri dengan persenjataan. 

Ironisnya engkau menjajah kami yang dulunya kami besarkan engkau dengan segenap jiwa dan raga kami. Karena kami sudah tua dan usang ini, anak-anak kami engkau adu domba untuk saling menumpahkan darah, yang dulu kita pernah mengikrarkan bahwa kita bersaudara dengan denganmu. 

Dosa apakah yang kami perbuat kepada engkau sehingga begitu bencinya engkau terhadap kami yang menuntut dari dulu sampai sekarang untuk memperbaiki dasar-dasar Negara dan partai-partai politik itu yang dengan partai mereka melahirkan anak-anak korup. 

Kami tidak ingin lagi kekerasan karena kita bersaudara, kami hanya ingin keinsafan engkau untuk segera merawat kami yang sudah tua dan usang ini, karena jika kami meminta untuk merobohkan pancasila dengan menggantikan sebagai Negara Islam Indonesia sudah pasti engkau tidak mau.

Kami yang sudah usang ini sangat memahami engkau yang sudah buta dalam sinar. Lihat-lah sekarang apa yang sedang engkau rasakan, sedikit-demi sedikit pribumi engkau tergeser dan bahkan tertindas, kami berkeyakinan engkau akan dikuasai lagi oleh asing, yang jika dulu dikuasai oleh Belanda, sekarang engkau akan merasakan dikuasai oleh Kolonial Cina. 

Andaipun engkau meminta bantuan lagi kepada kami yang sudah tua dan usang ini, kami tidak bisa lagi membantu engkau, bukan kami tidak cinta terhadap engkau, tetapi karena kami sudah tua dan usang serta generasi kami tidak engkau rawat dengan kejujuran, padahal engkau tau, DNA kami adalah DNA yang kental terhadap jihat di jalan Allah. 

Melihat kalian yang dihina, kitab suci kalian dianggap sebagai alat untuk membohongi, hati kami sangat sedih melihat satu manusia yang menghina agama Islam itu tidak bisa engkau atasi. 

Apa nak jadi kami buat wahai saudaraku, kalau nasi jadi bubur masih ingin kami makan walau itu sudah basi. Tapi ini nasi sudah jadi taik, bagaimana hendak kami makan, sebab yang namanya taik dalam kepercayaan kami haram untuk dimakan. Oh saudaraku R I, sekian dulu tangisan kami yang sudah tua dan usang ini.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kerahasiaan RUU Sisdiknas

The Old Man and The Bus

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00