POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Lumpo

RedaksiOleh Redaksi
August 7, 2022
Lumpo
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Risman Rachman

Tahu tidak, mengapa orang luar sering memuji Aceh?  Patut kita renungkan. Jangan-jangan ini hanya sebuah konspirasi yang ada agenda settingnya. Nah!

Selama ini, kita menerima dengan senang hati, tanpa renungan, atas baju kebesaran dan kemuliaan yang dilekatkan kepada kita, Aceh.

Jika sudah dipuji, semua urusan menjadi lancar, semua hambatan menjadi lepas, dan ragam pengorbanan pun dengan senang hati akan kita lakukan.

Dampaknya apa? Coba pikirkan! semua kita bangga hati, dan hilangny rasa takut dalam menghadapi hidup. Apa yang harus kita takutkan, bukankah kita adalah bangsa teuleubeh ateuh rhueng donja?

Rasa bangga dan tiada rasa takut ini membuat orang Aceh kehilangan kekuatan utama yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa besar lainnya yaitu lumpo alias alias imajinasi sebagai modal kunci dalam menghadirkan realitas fiksi.

Jadi, dengan melekatkan segenap kebesaran kepada Aceh, agenda setting yang ingin dicapai adalah mematikan tombol lumpo alias imajinasi pada utak ureung Aceh.

Biarkan Aceh berjalan dengan baju kebesarannya agar sehari-hari disibukkan dengan kerja menjaga bajunya agar tidak terkena debu atau sibuk membersihkan debu yang ada di pakaiannya kala berjalan di lintasan waktu.

📚 Artikel Terkait

Batu Cave, Bukti Kental Keberagaman Negeri Seberang, Malaysia

Walhi Aceh, Bencana Ekologis Aceh Tenggara dikarenakan Lemahnya Mitigasi Bencana

Koperasi Desa Merah Putih

Untaian Sajak Riessa

Dengan kesibukan itu, orang Aceh tidak akrab lagi dengan yang namanya tantangan, sebab tidak ada yang perlu ditakuti, terkunci dengan status diri sebagai bangsa yang hebat.

Bangsa manapun, jika sudah tidak punya tantangan yang benar-benar ditakuti, dengan sendirinya tidak akan bisa bangkit, malah akan mati pada waktunya tanpa perlu diserang, atau diperangi.

Pengamat politik dan pertahanan, Salim Said, pernah mengatakan alasan majunya Taiwan, Singapura dan Israel karena ada yang ditakuti.

Taiwan takut dicaplok Tiongkok. Singapura takut karena di tengah lautan Melayu. Israel takut karena di tengah lautan Arab. Jadi ada yang ditakuti hingga mereka harus menjadi negara yang hebat. Sedangkan Indonesia, Tuhanpun tidak ditakuti.

Taiwan, Singapura dan Israel sadar betul realitas objektif mereka adalah negeri yang tidak kaya akan sumber daya alamnya, tidak sebanding dengan negeri-negeri yang mereka takuti. Dengan begitu, mereka mengkayakan diri dengan realitas fiksi (imajinasi) sehingga lahirlah ragam gagasan, yang disertai dengan kerja keras.

Sekarang, dengan pakaian kebesaran itu, kita semua bermental tuan, yang peng beuna kerja hana payahlah, apalagi sampai kerja hingga malam alias begadang. Sedikit dimarahin perasaan kita langsung merasa sebagai budak atau pembantu.

Kita langsung tersinggung jika disuruh begini dan begitu, perasaan untuk apa disuruh-suruh, emangnya kita robot? Kita ini Tuan, bos, orang hebat, turunan indatu yang kha, dan dite le kaphe.

Padahal jelas kekuatan imajinasi sangat kentara dimiliki oleh indatu ureung Aceh. Mereka berjibaku membangun negeri agar dapat menguasai berbagai daerah, hingga dapat menang dalam perdagangan. Mereka sadar untuk membangun kekuatan dan membangun kerjasama agar kerajaan-kerajaan dengan kekuasan persenjataan tidak mudah menaklukkan negeri-negeri yang dikuasai Aceh.

Realitas objektif sebagai negeri yang kaya dikombinasi dengan realitas fiksi dengan mewujudkan lumpo atau imajinasi kerajaan yang kuat, berwibawa dan luas pengaruhnya hingga diketahui oleh berbagai kerajaan dan kerajaan-kerajaan besar bersedia menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Aceh.

Sekarang, dengan hilangnya lumpo, imajinasi, kita kehilangan daya upaya, bahkan untuk sekadar memimpin negeri sendiri. Siapapun yang kita duga sudah mengotori baju kebesaran Aceh, langsung ta tak gateh, tidak peduli itu orang Aceh sendiri. Bah jra jih. []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Elegi Lembah Seulawah

Elegi Lembah Seulawah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00