POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kala Masyarakat Aceh Berkurban Dalam Ancaman PMK

RedaksiOleh Redaksi
July 23, 2022
Kala Masyarakat Aceh Berkurban Dalam Ancaman PMK
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Harusnya tulisan ini diselesaikan tepat saat sebelum merayakan hari raya Idul Adha, 1443 H. Alasannya bisa karena lebih aktual, saat momentum hari raya. Kedua, berkaitan dengan hari meugang, hari makan besar menyambut Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Ke tiga, juga berhadapan dengan moment berkurban dan ke empat terkait penyakit hewan. Ke empat hal itu menjadi konsideran atau pertimbangan untuk menulis tulisan ini.

Tentu tidak salah pula kalau baru saat ini tulisan ini diwujudkan. Paling tidak, bisa membawa kembali pikiran dan ingatan pada saat umat Islam di Aceh khususnya melakukan prosesi hari raya idul Adha di tanah air dan juga di wilayah lain di dunia.

Nah, bicara soal hari raya dalam tradisi orang Aceh atau masyarakat Aceh, menyembelih hewan seperti sapi, kerbau dan kambing serta ayam dan bebek, merupakan tradisi yang masih begitu kental dan tak tertinggallan. Sehingga kebutuhan akan daging sapi, kerbau, kambing hingga daging ayam dan bebek sangat tinggi. Setiap kali Ramadhan dan hari raya tiba, permintaan atau kebutuhan akan daging sangat tinggi. Menjelang puasa, ada hari meugang dan menjelang hari raya Idul Fitri, juga ada hari meugang Yang membutuhkan banyak daging sapi, kerbau, kambing atau ayam dan bebek. Begitu pula kala hari raya Idul adha, ada hari meugang yang pada hari tersebut banyak sapi atau kerbau yang disembelih. Usai salat Idul Adha, di hari pertama dan kedua atau ketiga ada pula penyembelihan hewan kurban.

Jadi, dengan demikian, kebutuhan akan daging di tengah masyarakat Aceh pada momentum meugang dan hari raya di Aceh, tergolong sangat tinggi. Tingginya permintaan atau kebutuhan daging di Aceh, saat megang menyebabkan harga daging selalu melambung tinggi dan mencapai puncak harga daging tertinggi, yakni seharga Rp. 200.000, per kilogram. Apalagi di saat hari raya Idul Adha, kebutuhan daging menjadi lebih tinggi, karena selain untuk megang juga kebutuhan berkurban. Kondisi ini berlangsung setiap tahun.

📚 Artikel Terkait

Bisikan di Antara Takbir dan Air Mata

Kampus: Pabrik Gelar atau Pencetak Kader Bangsa? Saatnya Berhenti Menjual Mimpi

Warung Kopi Itu Rumah ke dua Kawula Muda

Mengamati Modus Pengemis di Banda Aceh

Sayangnya kali ini, di hari raya Idul Adha 1443 H tahun 2022 yang sudah berlalu ini, bagi masyarakat Aceh yang tinggal di Aceh, yang sedang menyiapkan prosesi meugang, harus pula berhaapan dengan ancaman penyakit hewan yakni penyakit mulut dan kuku (PMK) yang membuat banyak masyarakat yang takut mengonsumsi daging sapi. Masyarakat was-was atau harus sangat hati-hati membeli daging sapi, maupun daging hewan lainnya seperti kerbau atau kambing. Bahkan tidak sedikit pula masyarakat Aceh yang takut mengonsumsi daging, karena takut tertular penyakit mulut dan kuku dari hewan meugang.

Nah, dengan kondisi ini, paling kurang ada dua hal yang membuat hari raya ini berbeda dan terasa terganggu. Pertama, di tengah banyaknya demand terhadap daging sapi atau kerbau di saat hari meugang dan kebutuhan qurban, prosesi meugang dan kurban berada dalam ancaman penyakit hewan yang dikenal dengan “Penyakit Kuku dan Mulut, atau disingkat dengan PMK yang menerpa ternak sapi, kerbau dan kambing atau domba, seperti disebutkan di atas. Hal ini sangat mengganggu karena banyak orang yang takut membeli daging sapi atau kerbau, walaupun secera faktual, faktanya jumlah kerbau yang terpapar PMK itu sedikit, tidak seperti sapi. Akibatnya harga sapi ikut terganggu.

Mengutip berita KOMPAS — edisi 10 Juni 2022  memberitakan bahwa jumlah sapi yang terpapar virus penyakit mulut dan kuku di Provinsi Aceh  mencapai 20.700 ekor. Namun, pemerintah setempat menjamin ketersediaan daging untuk perayaan hari ”Meugang” tercukupi. Sementara tirto.id– edisi 21 Juni 2022 memaprkan,  Plt Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Aceh, Zalsufran mencatat sebanyak 27.379 ekor ternak sapi dan kerbau di wilayahnya terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski jumlahnya banyak, dia bilang angka kesembuhan ternak dari PMK juga tinggi. Berdasarkan data terakhir sudah 27.379 yang terpapar dengan angka kesembuhan mencapai 15.168 ekor,” kata Zalsufran dikutip dari Antara, Selasa (21/6/2022).

Lebih lanjut diwartakan  bahwa dari 27.379 ternak yang terpapar PMK, Zalsufran mencatat 165 ekor mati dan 27 lainnya dipotong paksa. Zalsufran merinci sebaran wabah PMK tertinggi di Kabupaten Aceh Tamiang dengan 8.699 kasus. Sebanyak 82 di antaranya mati, dua dipotong paksa dan 7.855 sembuh. Ini adalah ancaman serius. Mengapa demikian? Jawabannya tentu bisa beragam sesuai dengan persepsi masing-masing. Yang jelas, ini adalah kondisi yang membedakan antara meugang dan pelaksanaan kurban tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Inilah perbedaan pertamanya.

Perbedaan kedua, terkait tetkait dengan proses hari raya Idul Adha. Perayaan hari Idul Adha tidak berjalan serentak, tetapi terpecah dua. Ada yang  berhari raya pada hari Sabtu, tanggal 9 Juli 2022 dengan mengikuti ritual haji di Mekkah, seperti halnya Muhammadiyah dan non Muhamadiyah, juga ada yang mengikuti keputusan pemerintah yang menetapkan Idul Adha jatuh pada hari Minggu, 10 Juli 2022. Sehingga pelaksanaan hari raya pun terbelah dan terasa kurang meriah, kurang kompak, namun demikian tetap berjalan aman. Kondisi seperti ini jelas sangat tidak diinginkan oleh masyarakat muslim di tanah air. Semoga saja di tahun mendatang, tidak terulang keputusan yang menyebabkan perbedaan yang tidak seharusnya terjadi. Apalagi bagi umat Islam yang menjalankan puasa sunah, puasa Arafah sehari sebelum hari raya, bisa jadi puasa mereka menjadi tidak sah dan sebagainya. Jadi, sangat mengganggu, bukan?

Ke tiga, hal yang terasa mengganggu adalah saat masyarakat Aceh melaksanakan kurban. Masyarakat yang berkurban juga harus hati-hati dan sangat selektif dalam membeli ternak kurban, karena ancaman PMK tersebut, khususnya di masyarakat Aceh. Jadi,  apa yang terjadi  sebelum meugang ikut mengganggu kemeriahan pelaksanaan hari raya Idul Adha tahun ini.

Kini semua prosesi meugang dan Idul Adha 1443 H sudah selesai, namun ancaman penyakit mulut dan kuku pada hewan sapi masih belum usai. Begitu pula halnya pandemi Covid 19 yang telah berjalan lebih dari dua tahun, masih menjadi momok dan sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, selayaknya semua pihak tetap selalu waspada dan mampu menghadapi ancaman-ancaman semacam ini ke depannya. Dengan kondisi yang aman, tanpa ancaman penyakit hewan dan pandemi, kita doakan agar meugang dan hari raya serta kegiatan kurban tahun depan dalam keadaan aman dan membahagiakan. Semoga

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00