POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

DEMOKRASI IBARAT POMPA

RedaksiOleh Redaksi
June 26, 2022
AWANKAH YANG BERDUSTA
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Zulkifli Abdy

DEMOKRASI itu ibarat pompa, semakin dihambat atau ditekan, akan semakin kuat pula reaksi untuk keluar dari dilema hambatan dan tekanan itu.

Itulah hukum “fisika” yang tak dapat dipungkiri, yang boleh jadi akan berlaku pula dalam iklim berdemokrasi.

Sama halnya dengan arus informasi yang dibatasi atau bahkan ditutup rapat-rapat, sebagai dampaknya khalayak akan mencari informasi dengan caranya sendiri, dan kondisi ini sesungguhnya jauh lebih berbahaya.

Suka atau tidak suka, ini adalah era informasi, dimana masyarakat sekarang sudah sangat cerdas dan bijak dalam melihat gelagat informasi dari manapun sumbernya, termasuk informasi yang bersifat agitatif, hoaks dan lain sebagainya.

Adalah suatu kecerobohan, kalau ada pihak yang menganggap bahwa masyarakat tidak tahu apa-apa, sehingga dengan demikian mencoba untuk mengabaikannya. Bukankah dalam suatu komunal terdapat banyak sekali orang yang cerdas dan bijak yang memiliki perspektif yang sangat baik dalam melihat sesuatu dan berbagai kemungkinan dari sudut pandang yang lebih rasional dan objektif tanpa protensi atau kepentingan apapun.

Dengan demikian, suatu upaya untuk mendominasi kebenaran terkait dengan demokrasi dan informasi, apalagi jika kebenaran itu seakan-akan hanya ada pada satu pihak saja, hal mana tentu akan menjadi sia-sia belaka.

Demokrasi itu sesuatu yang hidup, dimana dinamika yang menyertainya tidak boleh dihambat atau dihalangi pertumbuhannya, secara alami biarkan saja mengalir apa adanya.

Demokrasi pada waktunya akan menemukan bentuknya sendiri, sehingga tidak ada kekuatan yang dapat mencegahnya kecuali revolusi, sesuatu yang tentunya mesti kita hindari.

Demikian pula dengan arus informasi, dimana di era yang relatif terbuka ini, kinerja informasi telah menemukan “mekanismemya” sendiri, sehingga sangat sulit untuk dibatasi, apalagi untuk dibungkam.

📚 Artikel Terkait

Sengkarut Masalah Perokok Anak

PERAN KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN ANAK BERBAKAT

Langkah Ayah di Balik Bayang Senja

Sudah Benarkah Bacaan Surat Al-Fatihahmu?

Bukankah manakala informasi dihambat justru akan menimbulkan letupan dalam berbagai bentuk pelepasan yang terkadang sulit untuk dikendalikan.

Agaknya suatu ikhtiar untuk mengelola informasi sehingga tidak menjadi “bola-liar”, mungkin akan jauh lebih efektif, bahkan sangat bijaksana.

Kalau ada para pihak yang melakukan pengungkungan terhadap demokrasi dan mengekang informasi di era yang serba terbuka ini adalah suatu tindakan yang absurd atau bahkan konyol.

Di era demokrasi yang relatif terbuka seperti sekarang ini, waham politik seharusnya lebih tanggap untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang tengah terjadi.

Adalah sesuatu yang naif, kalau ada pihak yang tidak ingin berubah dalam melihat demokrasi dengan segala keniscayaan yang menyertainya.

Demokrasi akan berjalan terus dengan kaedah-kaedah yang melekat padanya, dan secara dinamis akan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Bagi sesiapa saja yang tidak ingin menyesuaikan diri dengan perubahan itu, justru akan menghadapi konsekuensi tertinggal.

Agaknya dalam iklim demokrasi di Indonesia sekarang ini, kendati reformasi belum menemukan bentuknya yang ideal, tidak ada pilihan lain bagi para pegiat politik kecuali membiasakan diri untuk tanggap dengan perubahan tengah terjadi, dengan membangun iklim berkompetisi yang sehat dan bermartabat, tanpa kehilangan naluri untuk mengeksplorasi strategi atau “racikan” siasat tentunya.

Justru akan terasa sangat aneh atau bahkan lucu, ketika atmosfer politik diarahkan dan atau dikendalikan sedemikian rupa oleh para pihak yang berkepentingan, hanya semata-mata karena terdorong oleh kepentingan jangka pendek.

Lebih parah lagi kalau hal tersebut sampai mengabaikan hak demokrasi dan kedaulatan rakyat, yang sepatutnya berada pada “kasta” tertinggi dalam demokrasi.

Para pihak jangan pernah lupa, bahwa di luar sana banyak sekali orang yang cerdas dan menguasai multidisiplin keilmuan, sehingga akan selalu saja ada  pemikiran alternatif yang lebih rasional, jernih dan tanpa kepentingan, yang akan senantiasa dapat melihat dengan objektif terhadap dinamika yang berkembang.

Semoga kita semua dapat belajar dan memetik hikmah dari perjalanan panjang bangsa ini, dan dengan rasa optimis serta penuh tanggung jawab terhadap masa depan bangsa yang penuh tantangan dan harapan.

Wallahu a’lamu bisshawab.

(Zulkifli Abdy)Jq

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
DELEGASI FORKAPPSI, DIJAMU MAKAN BAJAMBA DI SUMATERA BARAT

DELEGASI FORKAPPSI, DIJAMU MAKAN BAJAMBA DI SUMATERA BARAT

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00