POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

KEANGKUHAN DAN RENDAH HATI

RedaksiOleh Redaksi
June 19, 2022
MERENUNG DI SIMPANG JALAN
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Zulkifli Abdy

Gejala atau potensi kesombongan dan keangkuhan di dalam berbagai aspek kehidupan, kerap berlaku di tengah-tengah masyarakat kita yang majemuk.

Bukan hanya di kalangan olahragawan, para pesohor di bidang lain juga demikian.

Apakah dia seorang pejabat publik, seniman, pengusaha bahkan politisi tidak luput dari sikap yang cenderung sombong dan angkuh, sehingga merasa diri paling hebat dan terhormat.

Bukankah kehormatan atau kemuliaan itu pada akhirnya akan lebih menjadi milik orang-orang yang rendah hati, yang selalu menghargai dan menghormati setiap orang pada strata dan lingkungan manapun, dan dalam kondisi apapun.

Keangkuhan dan kesombongan sesungguhnya akan menjauhkan seseorang dari rasa respek atau simpati, apalagi untuk dihormati oleh orang lain.

Bahkan boleh jadi yang bersangkutan pada titik tertentu dalam hidupnya akan menjadi orang yang sangat kesepian.

📚 Artikel Terkait

Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Derita Palestina Adalah Derita Kaum Muslimin, Janganlah Kita Melupakan Mereka

Teknologi Yang Memudahkan Hidup Kita

Sandaran yang Patah

Maka berbahagialah seseorang yang hebat di bidang apapun, namun tetap rendah hati dan jauh dari sikap sombong dan angkuh.

Boleh jadi dengan kerendahan hatinya itu, yang bersangkutan pada akhirnya akan mendapat tempat yang lebih mulia lagi di mata orang lain atau khalayak.

Hidup ini hanya sementara, laksana seorang musafir yang menyeberangi jalan, dan berteduh sejenak di bawah pohon yang rindang, seraya menikmati pemandangan yang tak jarang juga semu.

Demikian pula waham kesombongan dan keangkuhan itu, juga bersifat sementara.

Dan pada titik tertentu seseorang akan mengalami fase “berakhir”, fase di mana yang bersangkutan akan dipenuhi oleh rasa kehilangan, termasuk kehilangan nama besar, jabatan bahkan kekuasaan, juga para simpatisan yang tiba-tiba mulai menjauh.

Sehingga pada akhirnya kita terjebak di dalam “istana” kesepian yang kita bangun sendiri.

(Zulkifli Abdy)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Pembagian Hadiah Kegiatan Ekstrakurikuler, OSN-K dan Pembagian Rapor di SMAN 1 Teunom Meriah

Pembagian Hadiah Kegiatan Ekstrakurikuler, OSN-K dan Pembagian Rapor di SMAN 1 Teunom Meriah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00