POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Sastra

KEANGKUHAN DAN RENDAH HATI

Redaksi by Redaksi
April 2, 2025
in Sastra
0
KEANGKUHAN DAN RENDAH HATI - 1D4058FB A409 4FB8 84BF E0C7DB14856C | Sastra | Potret Online

Oleh Zulkifli Abdy

Gejala atau potensi kesombongan dan keangkuhan di dalam berbagai aspek kehidupan, kerap berlaku di tengah-tengah masyarakat kita yang majemuk.

Bukan hanya di kalangan olahragawan, para pesohor di bidang lain juga demikian.

01
Baca Juga
POTRET Budaya
Cut Jeumpa
25 Mei 2022
Selengkapnya

Apakah dia seorang pejabat publik, seniman, pengusaha bahkan politisi tidak luput dari sikap yang cenderung sombong dan angkuh, sehingga merasa diri paling hebat dan terhormat.

Bukankah kehormatan atau kemuliaan itu pada akhirnya akan lebih menjadi milik orang-orang yang rendah hati, yang selalu menghargai dan menghormati setiap orang pada strata dan lingkungan manapun, dan dalam kondisi apapun.

KEANGKUHAN DAN RENDAH HATI - 711ed680 2658 4f57 a63a 1c6172b7ccfb | Sastra | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Puisi – Puisi SRI WAHYUNI
20 Jun 2023
Selengkapnya

Keangkuhan dan kesombongan sesungguhnya akan menjauhkan seseorang dari rasa respek atau simpati, apalagi untuk dihormati oleh orang lain.

Bahkan boleh jadi yang bersangkutan pada titik tertentu dalam hidupnya akan menjadi orang yang sangat kesepian.

KEANGKUHAN DAN RENDAH HATI - 0b142523 e482 45f9 9152 226ffcd32f86 | Sastra | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Untaian Puisi Noor Hasmah
19 Nov 2024
Selengkapnya

Maka berbahagialah seseorang yang hebat di bidang apapun, namun tetap rendah hati dan jauh dari sikap sombong dan angkuh.

Boleh jadi dengan kerendahan hatinya itu, yang bersangkutan pada akhirnya akan mendapat tempat yang lebih mulia lagi di mata orang lain atau khalayak.

Hidup ini hanya sementara, laksana seorang musafir yang menyeberangi jalan, dan berteduh sejenak di bawah pohon yang rindang, seraya menikmati pemandangan yang tak jarang juga semu.

Demikian pula waham kesombongan dan keangkuhan itu, juga bersifat sementara.

Dan pada titik tertentu seseorang akan mengalami fase “berakhir”, fase di mana yang bersangkutan akan dipenuhi oleh rasa kehilangan, termasuk kehilangan nama besar, jabatan bahkan kekuasaan, juga para simpatisan yang tiba-tiba mulai menjauh.

Sehingga pada akhirnya kita terjebak di dalam “istana” kesepian yang kita bangun sendiri.

(Zulkifli Abdy)

Previous Post

SDN 67 Percontohan Banda Aceh Juara Satu Lomba Video Real Sanitasi Aman

Next Post

Pembagian Hadiah Kegiatan Ekstrakurikuler, OSN-K dan Pembagian Rapor di SMAN 1 Teunom Meriah

Next Post
KEANGKUHAN DAN RENDAH HATI - C0C81BB0 17EE 40DF BFC1 04CD5AB2FB9F | Sastra | Potret Online

Pembagian Hadiah Kegiatan Ekstrakurikuler, OSN-K dan Pembagian Rapor di SMAN 1 Teunom Meriah

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah