POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Buku, Perjalanan dan Dongeng

RedaksiOleh Redaksi
March 24, 2022
Kerahasiaan RUU Sisdiknas
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

Membayangkan saya akan duduk di KA selama sedikitnya 9 jam pp, Stasiun Gambir Jakarta-Stasiun Pasar Turi Surabaya, saya memilih sebuah buku. To Kill A Mockingbird, karya Harper Lee terjemahan dalam bahasa Indonesia beruntung saya pilih, apalagi saya selama ini hanya membaca resensinya saja, belum tuntas membacanya.

Harper Lee mengingatkan saya masa kecil yang penuh petualangan di kota kecil Banjarbaru. Ketakutan atas mitos hantu di sebuah rumah, perasaan “exiting” di awal masuk sekolah, kegembiraan musim libur, asiknya membaca dan kesoktauan guru yang kaget anak masuk SD sudah mampu membaca dan lain sebagainya.

📚 Artikel Terkait

Di Pasar Malam

Cinta di Era Modern; Solusi Atau Masalah?

Senerai Sajak Indah Wan Ina Nur Fazlina

Selubung Kain Putih, Film Sineas Aceh Tayang Perdana di Bioskop Ibu Kota

Selain itu, jika Miss Scout, gadis kecil dan Jemm kakak lelakinya asik di rumah pohon semasa liburan dan berkelahi serta berdamai dengan kawan kawan kecilnya. Kami asik klayapan di hutan perdu sekitar kota Banjarbaru dan asik mandi di guntung pekat dan guntung payung serta membuat bivak di tengah hutan perdu dan memasak.

Buku itu belum selesai saya baca, dan sungguh ketika membaca dalam perjalanan kali ini saya teringat ucapan Santo Agustinus, bahwa “A Man who does not travel, just like he/she only reads one book”. Jadi saya sudah membaca satu buku plus “buku perjalanan”.

Agustinus benar belaka. Namun, perjalanan tak akan menjadi berjilid jilid buku, jika mereka tak menikmati prosesnya. Ketika mereka selama perjalanan hanya tidur, sejak berangkat dan bangun ketika tiba. Merek yang selama perjalanan hanya menonton hiburan di TV dan di gawainya. Celakanya, merekapun tak membawa satu bukupun untuk dibaca. Sehingga perjalanan mereka adalah ruang nisbi yang tak eksis dalam kehidupannya.

Saya berkisah, maka saya Lelaki. Satre mengatakan bahwa seorang lelaki adalah seorang yang selalu menjadi pendongeng, dia hidup dikelilingi kisah kisahnya dan kisah kisah orang lain. Dia melihat segalanya yang terjadi lewat mereka, dan dia mencoba menyemarakan hidupnya seperti dia menceritakan sebuah kisah. Sartre benar pula, oleh karena itu saya mendongeng saat ini dan saya lelaki.

Apakah hal itu hanya monopoli seorang lelaki ? Saya pikir tidak. Satre mestinya menulis hal itu karena dia seorang lelaki dan saya sebagai sesama lelaki membenarkannya. Dan saya tak memiliki otorisasi dan keberanian untuk menjeneralisasi apakah ucapan Sartre berlaku untuk perempuan.

Buku, perjalanan dan dongeng adalah eksistensi seorang lelaki, setidaknya saya. Apakah kalian para lelaki setuju dengan saya?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ada Rumah Panjang di Kahwanake, Montreal

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00