POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ada Rumah Panjang di Kahwanake, Montreal

Catatan Perjalanan di Montreal, Canada

RedaksiOleh Redaksi
March 24, 2022
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Malam ini aku ingin bernostalgia. Ya, ingin membawa ingatanku mengembara ke masa beberapa tahun lalu, di tahun 2012. Kala itu aku mendapat kesempatan mengikuti short course selama 3 minggu di Montreal, Canada. Tempatnya di John Abbot Academy. Sebuah kesempatan emas dan cukup mahal bagiku. Karena untuk bisa datang dan tinggal selama 3 minggu di Canada itu, sebenarnya bila menggunakan dana sendiri, sangatlah tidak mungkin. Alasannya pasti secara finansila, jauh panggang dari api. Namun, aku sangat bersyukur, karena saat itu, setelah aku mengajukan permohonan untuk bisa mengikuti short course 33rd International Human Rights Training Program dikabulkan. Dengan demikian, semua biaya dan fasilitas untuk berangkat ke Montreal dicari oleh Equitas sebagai penyelenggara short course tersebut. Akhirnya aku berangkat menuju Jakarta, terbang melewati Doha, London dan tiba di Montreal pada tanggal 01 Juni 2012.

 Ada banyak cerita yang sempat menjadi catatan ketika berada di Montreal kala itu. Aku teringat di suatu pagi kala sinar matahari memberikan kehangatan lewat jendela kaca yang tertutup sedikit dengan tirai di lantai dua Eco Residence, McGill. Aku baru saja terbangun dari tidur, setelah disorot sinar matahari yang sangat tajam itu. Bergegas ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke cafeteria yang terletak di bagian dalam Stewart Building. Acara sarapan pagi (breakfast) dibuka dari pukul 7.00 – 830. Artinya ada sekitar satu jam setengah, waktu untuk menikmati sarapan pagi yang menunya sudah pasti hanya itu-itu saja. Usai sarapan pagi, berarti urusan perut selesai. Tiba-tiba, seorang kawan dari Nepal mengingatkan bahwa kami harus segera ke bus, karena menurut jadwal kami akan mengadakan kunjungan lapangan. Aku pun berjalan bersamanya keluar dari cafeteria tersebut menuju halaman College. Aku melihat sudah ada dua bus yang siap membawa kami.

 Pada pukul 8.45 kami mulai naik bus di depan John Abbott College dengan menumpangi dua bus tersebut. Di dalam bus, sebagaimana biasanya, aku suka bercengkrama dengan kawan-kawan yang berasal dari Algeria, Nigeria dan juga dari negera lain itu. Saling tertawa, karena banyak hal yang lucu dan kocak keluar dari mulut kami. Tidak lama kemudian, bus mulai bergerak meninggalkan halaman John Abbot College yang letaknya di 21,275 Lakeshore Road, Sainte-Anne-de-Bellevue itu. Artinya, kami mulai berangkat pada puku 9.00 pagi, kala matahari menyingsing dan menghangatkan badan. Karena sudah selama seminggu terus saja diselimuti dinginnya udara di Montreal. Pokoknya, kami berangkat menuju Kahnawake.

Kahnawake terletak sekitar 10 km, sebelah selatan Montreal, yang berada di pantai atau pesisir sungai Lawrance. Bila berangkat dari John Abbott College, jarak yang ditempuh sekitar 31 kilometer. Kata Kahnawake secara literal, adalah On the Rapids, yang sesungguhnya menjelaskan tentang territorial bagian timurnya. Komunitas kahwanake ini didiami oleh sekitar 8000 jiwa. Seperti dijelaskan padaa pertemuan itu, bahwa Bangsa Mohawk di Kahnawà: ke adalah kursi pemerintahan tradisional untuk orang Kanien’kehá: ka (Mohawk) di Kahnawà: ke.

Sebelum tiba di longhouse, aku sempat mencari tahu tentang tempat yang akan kami tuju. Ini perlu agar setiba di tempat pertemuan, ada persiapan pertanyaan yang bisa dilemparkan. Sebab, memang ada waktu tanya jawab yang diberikan kepada kami. Maka, setelah membaca sejarahnya, aku temukanlah bahwa dalam cacatan sejarah itu disebutkan atau dijelaskan sejarah itu bahwa, Kahnawà:ke adalah satu dari delapan wilayah yang membentuk Kanien’kehá: ka (Mohawk) Nation. Bangsa Mohawk adalah anggota Haudenosaunee atau People of the Longhouse. Haudenosaunee adalah orang berdaulat yang terdiri dari lima (dan lebih dari enam) negara-negara Pribumi; sering disebut sebagai Konfederasi Iroquois Enam Bangsa. Mereka: Kanien’kehá: ka – The Mohawk Nation, Oneniote’á: ka – Bangsa Oneida, Ononta’kehá: ka – Bangsa Onondaga, Kaion’kehá: ka – Bangsa Cayuga, Shotinontowane’á: ka – Bangsa Seneca dan Tehatiskaró: ros – Bangsa Tuscarora

📚 Artikel Terkait

Berfikir Nasionalis Untuk Majukan Perfilman Indonesia

Apis, Penjaga Cahaya di Jalan Sunyi

Dua Hari Lagi, Ayo Dukung Charming di API Award

Kacabdisdik Bireuen Inisiasi Bantuan Sepeda untuk Siswa Miskin, Mukhlis Takabeya Respon Positif

Kami berkunjung ke rumah panjang bangsa Mahowk ini untuk mengetahui bagaimana cerita perdamaian yang pernah mereka buat. Setelah menempuh perjalanan  dengan melewati sebuah jembatan yang panjang yang menghubungkan kami dari daratan Montreal ke Kahwanake, sambil menikmati indahnya pemandangan, bus tour yang kami tumpang tiba di tempat tujuan. Pada pukul 11.15, kami tiba di long house (rumah panjang) yang menjadi tempat pertemuan kami dengan pengelola rumah panjang tersebut. Sebelum masuk ke rumah panjang, para peserta yang berasal darai sejumlah Negara itu, asik selfie dan berfoto bersama di depan rumah panjang itu. Kemudian, kami dipersilakan masuk diberikan informasi mengenai tempat-tempat yang bakal dikunjugi. Di sini, kami dipertemukan dengan Keneeth Deer, Joe Deom and Michael Rice.

Ketika memasuki rumah rumah panjang, kami disambut dengan tarian-tarian dan lagu-lagu tradisional orang Mahowk. Aku tidak melihat ada orang-orang yang berpenampilan punk. Padahal, menurut cerita, orang-orang punk itu adalah orang dari bangsa Mahowk. Namun, tidak satu pun aku menemukan orang-orang berpenampilan dan berperilaku punk itu. Jadi tidak tampak anak-anak punk seperti yang kita lihat di negeri kita dengan gaya yang jauh berbeda dengan kita, dalam hal penampilan dan cara berperilaku.

Berada di dalam rumah panjang itu, kami disuguhkan dengan cerita perjalanan bangsa Mahowk itu. Salah satu yang aku ingat kala itu adalah bahwa Kanien’kehá: ka (Mohawk) dianggap sebagai “fondasi Perdamaian Besar”, berbagi dengan Seneca tanggung jawab untuk menjaga pintu menuju Longhouse, simbol Konfederasi. Karena lokasi mereka di timur. Jadi, Mohawk adalah yang pertama dari Konfederasi untuk terus berhubungan dengan orang Eropa. Mereka telah menjalin kontak dagang dengan Belanda pada awal abad ke-17. Segera setelah ini, Belanda dan Mohawk menegosiasikan Traktat Persahabatan.

Traktat itu menjelaskan bahwa “ Kita harus berterima kasih kepada Sang Pencipta untuk semua ciptaannya; dan saling menyapa dengan berpegangan tangan untuk menunjukkan rantai perjanjian yang mengikat persahabatan kita sehingga kita dapat berjalan di atas bumi ini dalam damai, percaya, cinta, dan persahabatan, dan kita dapat merokok tembakau suci di dalam sebuah pipa yang merupakan simbol perdamaian.

Tentu banyak sekali hal yang saat itu diceritakan. Apalagi kami juga sempat menonton video yang mereka pertunjukan kepada kami. Yang jelas, sambutan mereka atas kedatangan kami memang luar biasa. Sebelum kami kembali pulang ke John Abbott College, kami dijamu makan siang dengan sajian yang membuat setiap orang sangat menikmati sajian makanan mereka yang disertai dengan sejumlah minuman ringan sebagai penutup santapan makan siang. Usai makan, kami pun kembali naik bus dan kembali ke Sainte –Anne –de – Bellevue.

Nah, Anda sudah pernah beramah tamah dengan bangsa Mahowk?  Kalau belum, mungkin bisa ke Canada. Aku sudah dan aku bersyukur kepada Allah, sudah bisa menapakkan kaki ke negeri yang menggunakan daun mapple sebagai lambang negaranya itu. Aku ingat, hari itu, Sabtu 16 Juni 2012.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Menguak Fakta Keren Hidup Sehat  Rasulullah

Menguak Fakta Keren Hidup Sehat Rasulullah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00