POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

HANYUTLAH KAU SANG PENGKHAYAL

RedaksiOleh Redaksi
September 28, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 

        Khayalis: Syam S

Sinar mentari mengais pagi 

Bersama mendung menipis angin semilir lembut

Menyentuh relung dan tetes bening menyejuk hati saat ini di kotaku 

Membuat aku berkhayal untuk menelaahnya

Karena sinarnya bukan hanya seberkas

Ribuan gemerlapan berhamburan mendarat di bumi sempurna

Ingin aku terus mengkhayal sebagai khayalis 

Menulis mentari yang terlukis dengan rintik gerimis cahayanya ibarat dentingan gelas-gelas kaca

Di jalanan diselimuti kabut asa

Hingga khayalku mandeg dan mata penaku aus digerus sang waktu

Gagang penaku patah

Menancap dalam gelas-gelas tinta mengering dan kuisi kembali dengan tetesan cahaya

Saat itu bila terjadi

Khayalku tak sanggup lagi membumbung tinggi seperti cahaya yang mengangkasa di atas mega-mega cinta

Menembus dinding ambisi 

📚 Artikel Terkait

Inspirasi yang Menarik Dari Seorang Penulis

Korupsi Layak Masuk Olimpiade

Pacaran Terbuka di Negeri Syariat

Sanggar Seni Cut Meutia : Menggores Warna Dari Akar Budaya

Penaku tak sanggup lagi menatap kertas-kertas kusam dan buram

Kala jemari tak lagi menari menemani pena

Ketika itu aku akan turun bersama cahaya karena inginku

Bukan karena lelah

Tidak karena bosan 

Tapi saatnya aku ditakdirkan seperti kertas tidak selalu di atas

Biar saja saat itu terjadi

Khayalku akan aku lepas bebas ke jagat raya

Aku ingin bebas dari fatamorgana khayal

Dan catatan-catatan yang tersisa akan kusimpan dalam mangkuk dan penyenduk untuk kureguk sebagai penyejuk 

Buat aku saja

Bukan buat siapa-siapa dan bukan buat masa depan

Setelah itu aku akan berkata dan terus berkata seperti suara mentari yang menebar cahaya

Sambil berkaca pada fakta yang tak kutulis sempat

Aku ucap dengan kata dalam cinta penuh rasa di tengah rinai gerimis dan derai gerai mentari pagi

Melakukan apa yang dibisikkan oleh kata hati

Kala hati terisi perasaan tiada tara

Aku tidak akan pernah leka dengan dusta mulut berbusa

Untuk sebuah kejujuran yang datang menjumpai siapa saja seperti pagi yang datang setiap hari pada hati tak pilih kasih

Tidak pilih sempat untuk siapa-siapa

Sembari berharap tak ada luka yang datang mengajak berkawan.

Lalu ku eja pelan-pelan lafat niat berkhayal:

“Hanyutlah kau sang pengkhayal bersama derai cahaya di gerai pagi bersama gema riuhnya bualan maya pagi ini”.

(Dahlia 11, Bna, 26 Sept 2021)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Puisi –Puisi Karya Ali Hamzah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00