• Latest

Budaya Mencatat pun Mati

Juli 16, 2021
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Budaya Mencatat pun Mati

Tabrani Yunisby Tabrani Yunis
Februari 6, 2025
Reading Time: 4 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Baca Juga Filosofi Ketupat Maret 29, 2026 Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati Maret 28, 2026 Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya Maret 27, 2026 Oleh Tabrani Yunis Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan perkembangan teknologi digital di era ini, dirasakan semakin kencang atau kian pesat. Pesatnya kemajuan […]

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Oleh Tabrani Yunis


Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan perkembangan teknologi digital di era ini, dirasakan semakin kencang atau kian pesat. Pesatnya kemajuan dan kehebatan teknologi digital tersebut mendorong banyak perubahan dalam tatanan kehidupan kita secara cepat dan pesat pula.  Perubahan- perubahan yang terjadi secara pesat dan dahsyat tersebut pada dasarnya membuat hidup lebih mudah dan bahkan hal-hal yang dahulu dirasakan sulit, kini semua menjadi sangat mudah. Bukan hanya mudaj, tetapi semakin efektif dan efisien . Bayangkan saja, bila dahulu dalam segi waktu tempuh, sebuah perjalanan yang harus ditempuh dalam waktu yang relatif lama, kini bisa ditempuh dalam waktu yang singkat. Misalnya dalam cara kita berkomunikasi saja. Dahulu, ketika kita ingin berkomunikasi dengan seseorang yang berada di suatu tempat yang jauh dari domisili kita, misalnya dengan seseorang  yang tinggal atau berada di benua Eropa, cara komunikasi kita yang lebih murah adalah lewat surat. Namun, dari segi waktu, relatif lama. Surat yang kita kirim memakan waktu  yang lama. Ya, tibanya ke alamat bisa berbulan lamanya. Kalau mau cepat, harus menggunakan jasa  pos express dengan tarif yang mahal. Kalau mau berkomunikasi secara langsung lewat telpon bisa dilakukan tetapi sangat mahal. Kini dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, semua itu dapat dilakukan atau dicapai dalam waktu yang sangat cepat, mudah dan murah. nah, semua menjadi sangat efektif dan efisien.

Di sektor pendidikan, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tersebut, juga telah banyak menbawa perubahan yang sangat signifikan. Teknologi telah mempermudah proses pembelajaran di lembaga-lembaga pendidikan. Bahkan bukan hanya mempermudah dan mengubah banyak metodologi pembelajaran, tetapi ikut mengubah perilaku masyarakat belajar di sekolah. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai hilangnya kebiasaan mencatat.-

Ya,  mencatat, yang kata dasarnya catat itu, dalam kamus besar bahasa Indonesia ( KBBI) diartikan sebagai tindakan menuliskan sesuatu untuk peringatan ( dalam buku catatan).  Berdasarkan pengertian tersebut,  merupakan sebuah aktivitas atau tindakan menulis atau membuat catatan tentang sesuatu yang dianggap penting agar ketika diperlukan akan mudah diingat atau dilihat kembali. Dengan demikian, tujuan kita mencatat agar apa yang kita dengar tidak hilang berlalu begitu saja. Mencatat agar tidak lupa dengan pesan atau sesuatu yang kita harus ingat. Maka, sebenarnya aktivitas mencatat itu penting adanya agar apa yang sedang dipelajari tidak lupa atau hilang begitu saja.

Jadi mencatat dalam sebuah proses belajar merupakan aktivitas penting, agar semua pelajaran yang diterima di bangku pendidikan tidak lupa. Ini adalah salah satu dari manfaat kita mencatat atau membuat catatan. 

Nah, sejalan dengan semakin berkembang teknologi informasi dan komunikasi yang serba canggih dimana keberadaan dan kehadiran alat komunikasi  gadgets secara massal dan masif, membuat budaya mencatat terasa semakin pupus dari keseharian kita. Kita semakin jarang menyaksikan para siswa dan bahkan mahasiswa mencatat apa yang mereka sedang pelajari. Mereka hanya mendengar apa Yang dijelaskan guru atau dosen. Kalau pun ada, mereka lebih cendrung memotret dengan gadgets. Tentu tidak salah, namun sebenarnya kekuatan untuk ingatan lewat memotret  apa yang ditulis guru atau dosen di papan tulis tersebut, tidak memberikan kesal ingatan yang kiat dibandingkan dengan mencatat dengan tangan. Karena selama ini terbukti bahwa semakin banyak yang kita catat, semakin banyak yang kita ingat. Kemudian, ketika kita rajin mencatat, sesungguhnya banyak untungnya. Misalnya, dengan seringnya kita mencatat, maka akan sering kita melatih kemampuan menulis kita. Semakin sering kita menulis akan semakin banyak manfaat yang kita petik. Sayangnya kini kebiasaan atau budaya mencatat itu mulai menghilang dari ruang kebiasaan kita. Mungkin inilah salah satu konsekwensi dari berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Disrupsi, bukan hanya terhadap lapangan kerja, tetapi juga pada kebiasaan sehari- hari. Bagaimana anda melihat hal ini?

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

SEPERTI BULAN DAN MATAHARI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com