POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

KAUM TAK BERIMAN

RedaksiOleh Redaksi
July 7, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Satria Dharma 

Berdomisili di Surabaya

Ketika banjir akhirnya datang semua pengikut Nabi Nuh menaiki kapal yang telah mereka buat bertahun-tahun sebelumnya itu. Nabi Nuh dan pengikutnya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana yang telah diramalkan akan datang tersebut. Tapi tidak dengan anak Nabi Nuh sendiri. Ia tidak mau ikut dalam kapal tersebut. Ia tidak yakin dengan kapal tersebut dan lebih yakin bahwa naik ke gunung akan menyelamatkannya. Ia tidak MENGIMANI ikhtiar yang telah dilakukan oleh ayahnya dan para pengikutnya selama bertahun-tahun tersebut. Dan ia pun tenggelam bersama KAUM TAK BERIMAN lainnya.

Nabi Muhammad meminta umatnya untuk menghindar dan menjauhi wabah dan tidak malah mendatanginya atau bersikap seolah-olah tidak mungkin tertular hanya karena merasa beriman kepada Tuhan. Jika ada umatnya yang tidak patuh pada IKHTIAR yang dianjurkan oleh Nabi, maka sebenarnya mereka termasuk dalam golongan KAUM TAK BERIMAN.

Islam menganjurkan umatnya untuk berobat dan membentengi diri dari terkena penyakit. Jika kita memiliki gejala penyakit menular, maka janganlah membahayakan orang lain dengan menularinya.  Rasulullah SAW bersabda: Tidak boleh membahayakan orang lain dan tidak boleh membahayakan diri sendiri (HR. Malik no. 1435). Mereka yang tidak mengikuti anjuran Nabi ini sebenarnya masuk dalam golongan KAUM TAK BERIMAN.

 

Pandemi ini membuat kita melek. Banyak orang yang menggunakan dalil-dalil agama, bahkan yang berstatus ustad sekalipun, yang justru menunjukkan bahwa mereka sebenarnya adalah golongan KAUM TAK BERIMAN.

📚 Artikel Terkait

Lee, Tetsuko dan Anak Kita

Isra’ Wal Mi’raj

“ Awas POTRET” Jangan (hanya) Dibaca

Dagelan Hukum di Pengadilan

Mengapa demikian? Karena dua hal. Pertama karena kebodohan. Kedua karena kesombongan. Orang yang tidak paham soal virus dan pandemi yang ditimbulkannya, tapi tidak mau belajar dan tidak mau tahu soal virus ini jelas masuk dalam kalangan orang bodoh. Jika Anda tidak paham betapa menularnya virus Corona ini, bagaimana ia bisa menulari dan membunuh orang yang tertular,  dan bertindak sembrono maka jelas Anda termasuk dalam kalangan orang bodoh yang membahayakan diri Anda mau pun orang-orang di sekitar Anda. Tidak peduli meski Anda punya gelar professor atau ulama sekali pun. Yang lebih berbahaya adalah jika orang bodoh, tapi mengira dirinya pintar. 

Pekerjaan ustad, tapi memberi wejangan soal virus yang tidak pernah dipelajarinya dengan sok lebih pintar daripada ribuan dokter dan virolog yang bertahun-tahun mempelajarinya. Kadangkala status ulama agama begitu membius seseorang dan pengikutnya sehingga menganggap semua hal bisa diselesaikan dengan salat, doa, dan wirid. Dianggapnya doa dan wirid bisa menghilangkan penyakit apa pun tanpa berobat. Ada yang percaya wirid dan bacaan tertentu sebanyak sekian kali bisa membuat seseorang kaya tanpa berusaha, tirakat tidur selama sekian hari di makam ulama tertentu bisa membuat seseorang pintar tanpa belajar, puasa ngebleng dan wiridan tertentu bisa membuat wanita cantik dan bahenol datang sendiri ke rumah minta dijadikan istri, tirakat nglowo kaki diatas kepala di bawah selama sekian hari akan membuat mobil baru dikirim oleh dealer tanpa bayar sepeser pun, dan lain sebagainya.

Kategori kedua adalah kesombongan. Ada orang-orang tertentu yang memang egois dan tidak mau menerima kebenaran. Seperti iblis yang tidak mau tunduk pada Adam karena ia merasa lebih tinggi derajatnya daripada Adam. Ada orang-orang tertentu yang tidak percaya bahwa virus itu bisa melanda semua orang,  tidak peduli dengan seberapa taat dia pada agamanya. Mereka ini menganggap keimanannya pada Tuhan jauh lebih besar daripada kekuatan virus ini. Keimanannya lebih kuat ketimbang virus dan siapa yang takut terhadap virus dan mau divaksin dianggapnya bodoh dan kurang bertakwa. Sebaliknya, orang-orang seperti inilah yang termasuk dalam golongan KAUM TAK BERIMAN. Orang-orang semacam ini menganggap remeh ilmu para pakar di bidang lain dan menganggap hanya ilmunya yang paling tokcer. Ilmu agama yang dimiliknya dianggapnya bisa menguasai masalah IPOLEKSOSBUDHANKAM.  Semacam Nabi Khidirlah laiknya. 

Bukankah bahkan Nabi Nuh pun diperintahkan untuk membuat kapal agar selamat dari banjir besar yang bisa menenggelamkan semua orang? Kapal adalah IKHTIAR yang diperintahkan oleh Tuhan pada Nabi Nuh dan umatnya agar selamat. Tuhan tidak menyuruh Nabi Nuh dan umatnya untuk sekedar salat, puasa, berdoa dan berdzikir selama 40 hari 40 malam agar selamat dari banjir. Tidak begitu. Sunnatullahnya banjir tidak dihadapi dengan doa dan dzikir. Kalau DKI banjir, maka makanan harus dikirim pada penghuni rumah yang terperangkap pakai perahu karet dan bukan cuma pakai wiridan. Kebakaran hebat juga sunnatullahnya harus dipadamkan dengan ikhtiar semprotan pemadam kebakaran. Untuk mencegah tertular virus ya vaksin jawabannya. Semua hal itu ada ilmu dan teknologinya sendiri-sendiri sesuai dengan sunnatullah yang berlaku. Semua hal itu ada ahli dan pakarnya masing-masing. Jangan sampai penjual lontong sayur bicara soal mesin mobil seolah lebih hebat daripada para mekanik.

Jadi jika Anda adalah ustad di masjid yang bukan pakar kesehatan dan virus, tolong jangan bersikap seolah lebih paham daripada mereka. Ini bukan ranah Anda untuk bicara. Ada saatnya Anda bicara dan berperan. Jangan malah memperkeruh suasana dengan kata-kata Anda yang tidak berdasarkan ilmu yang benar itu. 

Wallahu a’lam bisshawab

Surabaya, 7 Juli 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Menakar Masa Depan Bimbingan dan Konseling

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00