POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menilik Eksistensi Seni Tradisional Dari Perspektif Milenial di Aceh

RedaksiOleh Redaksi
April 16, 2021
🔊

Dengarkan Artikel




Oleh Lili Nurma Yanti

Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Langsa, Aceh

Sampai hari ini kehidupan keseharian kita masih dikelilingi oleh ruang lingkup seni. Melalui seni kehidupan bermasyarakat lebih memiliki warna tersendiri. Sebenarnya karya seni merupakan suatu yang lumrah, kemudian muncul suatu keunikan dimana minat untuk berkarya di kalangan non-akademik seni menjadi sesuatu fenomena yang menarik.

📚 Artikel Terkait

Puisi-Puisi Alkhair Aljohore, Malaysia

ANAK MENGARUNGI DUNIA MAYA SENDIRI

Revitalisasi Pelajaran Sejarah dan Geografi Dalam Pendidikan kita

Merajut Toleransi di Tengah Keberagaman

Pada masa ini generasi milenial menjadi topic hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan masyarakat di perlbagai belahan dunia. Berbagai macam aspek kehidupan yang bersinggungan dengan generasi milenial menjadi sangat menarik untuk dibahas. Terutama pada hal ini, sangat menarik apabila kita menilik kembali bagaimana seni dalam perspektif generasi milenial, terutama di kawasan Aceh. 

Yang terjadi pada hari ini sebagian milenial di Aceh masih banyak yang enggan peduli terhadap pelestarian seni tradisional. Namun hal ini hanya segelintir dan tidak menyeluruh. Meskipun demikian, harusnya seluruh generasi milenial memiliki kesadaran agar tetap melestarikan kesenian tradisional. 

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Aceh memiliki berbagai macam kesenian. Mulai dari tarian, alat music, seni rupa dan lainnya. Dari berbagai macam kesenian yang dimiliki Aceh ini menjadi suatu ciri khas tersendiri. Kesenian Aceh banyak mencampurkan unsur-unsur keagamaan di dalamnya.

Kesenian tradisional Aceh merupakan identitas yang dimiliki daerah Aceh yang harusnya terus dilestarikan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.  Lagi pula, jika kita lihat hari ini banyak sekali masuk seni-seni modern. Hal ini membuat kaum milenial lebih menyukai seni modern dari pada seni tradisional yang dimiliki oleh daerah asalnya sendiri. Terkadang mereka merasa seni tradisional daerahnya terlihat kuno dan ketinggalan zaman. 

Harusnya milenial saat ini lah yang melalukan pergerakan untuk pelestarian seni. Karena para milenial lebih mampu dalam upaya pelestarian seni tradisional ini. Mereka lebih paham dalam mempromosikan kesenian tradisional. Apa lagi ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Sehingga dengan mudah mempromosikan kesenian yang kita miliki agar diketahui oleh dunia luar.

Kaum milenial pun harus membentengi diri mereka dari pesatnya seni modern yang masuk. Lebih membatasi diri dalam masuknya seni modern ini. Milenial saat ini harusnya mengurangi konsumsi terhadap kesenian bangsa lain. Lebih mencintai kesenian sendiri adalah langkah awal yang tepat. 

Dan juga kaum milenial bisa mempelajari kesenian tradisionalnya dengan cara yang mengasyikkan. Mempelajari salah satu kesenain yang diminiati sesuai dengan passion-nya. Banyak cara yang asyik yang bisa kita lakukan, seperti mengikuti kegiatan di suatu komunitas atau pun mempejarinya melalui internet. 

Cara lain yang dapat dilakukan yakni dengan cara membuat suatu komunitas seni. Milenial yang memiliki sifat jiwa produktif pasti senang dan tertarik berkumpul dengan komunitas yang bersifat positif. 

Cara selanjutnya yakni menumbuhkan rasa cinta dari dalam diri kita sendiri. Mulai mencoba mencintai kesenian daerah sendiri merupakan langkah awal yang baik. Tidak sulit dan tidak rugi pula mempelajari serta memperkenalkan kesenian daerah kita sendiri. Karena, kalau bukan kita sendiri selaku milenial sebagai pemilik serta penerus kesenian daerah tersebut, lalu siapa lagi?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Mendidik Menteri

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00