POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mendengar, Bicara, Membaca dan Menulis

RedaksiOleh Redaksi
April 11, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 


Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok


Jelas setiap manusia umumnya akan mengikuti proses di atas, meski ada juga manusia yang konon bicara ketika bayi baru lahir,  sementara yang umum biasanya mulai bicara jelas artikulasinya di antara 1 sampai dengan 2 tahun. Orang bijak mengatakan, Tuhan memberi dua lubang telinga dan hanya satu lubang mulut agar manusia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Sehingga saking patuhnya dengan ujar orang bijak ini, umumnya manusia di dunia timur lebih banyak mendengar dan diam atau kurang dalam bicara.

📚 Artikel Terkait

Tiga Butir Hikmah Bulan Suci Ramadhan

BENGKEL OPINI RAKyat

Secuil Kisah Driver Ojol

Dispar Ajak PNS Dukung Charming Banda Aceh

Saat dewasa, ke empat proses ini semakin penting.  Mungkin masing – masing mengembangkan diri melalui passion dan akar budaya masing masing. Ada suku yang lihai berbicara, sehingga biasanya dari merekalah muncul para diplomat dan pengacara andal, penjual andal. Namun ada pula yang lebih senang mendengar dan mengamati. Jadilah mereka para ilmuwan. Biasanya, tradisi yang paling sulit berkembang adalah menulis. 


Tidak sedikit tokoh kita yang kemampuan menulis dan bicaranya sama baik. Hatta, Soekarno, Natsir, Hasyim Asyarie misalnya. Namun tak sedikit yang unggul di satu sisi saja. Gunawan Muhammad itu tulisannya menyihir, namun jika bicara mendorong pendengarnya bosan. Cak Nur agak lebih enak didengar dengan tulisan dahsyat. Dai “Sejuta Umat” Zainudin MZ itu bicaranya luarbiasa, namun miskin tulisan.


Saya lebih suka menulis daripada bicara. Saking malasnya bicara, saya selalu menyusun kata dan kalimat sesingkat mungkin sejauh pendengar bisa memahami. Namun sayapun tak suka menulis berpanjang panjang, karena cenderung ngelantur dan akhirnya tak jelas juntrungannya. Dengan demikian saya berbakat menjadi ilmuwan dong? Tidak juga, karena saya paling malas menulis sesuatu dengan merujuk dan mengutip gagasan orang lain persis seperti mereka tulis dan ucapkan. 


Sudahkan anda mengikuti proses tersebut? Ada satu yang tidak saya tulis niscaya, yaitu membaca. Manusia yang kurang membaca akan terlihat saat mereka bicara apalagi menulis, karena membaca dan mendengar itu adalah sari bunga yang diserap lebah dan ucapan/bicara serta tulisan itu adalah madu. Namun, mengapa tak sedikit ucapan dan tulisan yang beracun? Jelas asupan, penglihatan dan bacaan serta otak dan hati mereka keracunan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Beribadah Hanya Di Awal Ramadan Saja

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00