🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Lina Zulaini
Untuk kamu:
“Yang namanya tak pernah berani ku sebut dalam doa”
Rupanya Oktober belum cukup menyiksa ini batin.
Lewat cerita, udara, ombak, mendung hingga pelangi mencambuk jiwa untuk tinggal.
Sampai aku tergopoh walau hanya merangkak.
Berpisah setara tujuh masa silam.
Ku pikir terik sudah berhenti mengejar hati untuk dipesiang.
Nyatanya, tiba kembali satu sosok yang tak harap dengan membawa nama yang sama.
Pada bulan kugantung satu nama.
Yang hingga kini tak pernah berani ku sebut dengan badan lidahku.
Satu nama yang selalu ku ingat namun ingin ku lupa.
Satu nama, yang hingga ini bulan masih terjerat bersama mimpiku….
November baru mulai menyapa hati.
Tapi sukma ini telah dulu tahu akan kabar datangnya.
Lewat hujan dikabarkan oleh sang nama.
Pun raga telah sedia menikmati hujan dengan harap hilang ingat akan yang bernama,..
Namun hujan semakin iba melihat aku masih kering walau diguyur deras.
Sangat kasihan melihat aku bertahan di tengah badai tapi tak goyah.
Kemudian hujan hanya termenung ketika aku bercertia tentang sang nama yang aku sebut ‘KAMU’….
Hingga hujan berkata:
“Sabarlah hingga Tuhan kita membuka hatinya”
Barueh, 8 November 2018
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📚 Artikel Terkait
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





