POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

IBUKU PAHLAWANKU

RedaksiOleh Redaksi
September 23, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Dok.Dedikasi.wordpress.com 

Oleh :Naufal Muna
Siswi kelas VIII SMP Swasta Darus Saadah Putri, Pidie Jaya
Ibu bagaikan pahlawan bagiku. Dia rela berkorban demi anaknya dari sejak si anak belum menjadi manusia yang baru berbentuk segumpal darah. Dia telah memperlihatkan kasih sayangnya. Ibu adalah perempuan yang sangat berjasa dalam hidupku. Dia relakan segalanya demi sang buah hati.
Dari pertama lahir ke dunia ini, dialah yang pertama kalinya kukenal. Mulai dari hari itu ibu sudah siap dengan berbagai rasa kasih sayang dia tunjukkan kepadaku. Dia rela mengorbankan segalanya demi aku. Dia rela begadang semalaman demi menjaga sang buah hati yang rewel. Dia relakan tubuh yang langsing menjadi gemuk. Dia rela kulitnya yang mulus menjadi kusam. Semua dia relakan untuk sang buah hati tercinta.
Jasamu begitu besar untukku. Kalau aku sedih, dia selalu memberikan motivasi untuk menjadi anak yang kuat dan kokoh. Tapi sampai saat ini aku belum bisa  membalas jasamu ibu. Selama ini aku hanya bisa membantah bila di nasihati. Selalu melawan bila di kasih tahu, tetapi ibu tak pernah marah dan selalu tersenyum.
Dia selalu bekerja keras untuk membahagiakan aku tanpa mengeluh sedikit pun. Rasanya aku ingin sekali membalas  jasa-jasa yang telah engkau berikan sewaktu aku kecil hingga sekarang. Ibu selalu mendampingiku dari segala bahaya, bila aku bahagia dia pun ikut bahagia. Di setiap doaku, aku selalu memanjakan agar Allah selalu memberikan kebahagiaan, dan semoga Allah dapat membalas semua jasamu ibu yang telah merawatku dari kecil  hingga sekarang.
Aku ingin sujud di kaki ibu. Aku  sadar aku sudah banyak menyakiti  hatimu. Tanpa aku sadari aku yakin hati ibu pernah terluka karena sikapku. Aku ingin mewujudkan semua impianmu. Aku yakin di setiap doamu, engkau selalu mendoakan kebahagiaan untuk anak anakmu. Yang ada di dalam hatimu hanyalah kebahagiaan anak-anakmu tanpa menghiraukan kebahagiaanmu. Engkau memang pahlawan tanpa tanda jasa.
Aku hanya bisa mengharapkan semoga semua impianmu bisa kuwujudkan. Aku ingin menjagamu hingga akhir hayatku. Ibu pesanku untukmu jangan pernah bosan untuk selalu menegur dan menasihatiku bila aku salah dalam melangkah.
Ibu hanya kata maaf yang bisa kuucapkan untukmu. Maafkan aku ibu bila aku menyakitimu. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Nomocracy in Practice

UKT Mahal dan Politik Pendidikan Melanggar Konstitusi

Senyum di Balik Pintu Masjid

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

TIGA HAL YANG HARUS DIJAGA DALAM KEHIDUPAN BERPRIBADI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00