Oleh :Naufal Muna
Siswi kelas VIII SMP Swasta Darus Saadah Putri, Pidie Jaya
Ibu bagaikan pahlawan bagiku. Dia rela berkorban demi anaknya dari sejak si anak belum menjadi manusia yang baru berbentuk segumpal darah. Dia telah memperlihatkan kasih sayangnya. Ibu adalah perempuan yang sangat berjasa dalam hidupku. Dia relakan segalanya demi sang buah hati.
Dari pertama lahir ke dunia ini, dialah yang pertama kalinya kukenal. Mulai dari hari itu ibu sudah siap dengan berbagai rasa kasih sayang dia tunjukkan kepadaku. Dia rela mengorbankan segalanya demi aku. Dia rela begadang semalaman demi menjaga sang buah hati yang rewel. Dia relakan tubuh yang langsing menjadi gemuk. Dia rela kulitnya yang mulus menjadi kusam. Semua dia relakan untuk sang buah hati tercinta.
Jasamu begitu besar untukku. Kalau aku sedih, dia selalu memberikan motivasi untuk menjadi anak yang kuat dan kokoh. Tapi sampai saat ini aku belum bisa membalas jasamu ibu. Selama ini aku hanya bisa membantah bila di nasihati. Selalu melawan bila di kasih tahu, tetapi ibu tak pernah marah dan selalu tersenyum.
Dia selalu bekerja keras untuk membahagiakan aku tanpa mengeluh sedikit pun. Rasanya aku ingin sekali membalas jasa-jasa yang telah engkau berikan sewaktu aku kecil hingga sekarang. Ibu selalu mendampingiku dari segala bahaya, bila aku bahagia dia pun ikut bahagia. Di setiap doaku, aku selalu memanjakan agar Allah selalu memberikan kebahagiaan, dan semoga Allah dapat membalas semua jasamu ibu yang telah merawatku dari kecil hingga sekarang.
Aku ingin sujud di kaki ibu. Aku sadar aku sudah banyak menyakiti hatimu. Tanpa aku sadari aku yakin hati ibu pernah terluka karena sikapku. Aku ingin mewujudkan semua impianmu. Aku yakin di setiap doamu, engkau selalu mendoakan kebahagiaan untuk anak anakmu. Yang ada di dalam hatimu hanyalah kebahagiaan anak-anakmu tanpa menghiraukan kebahagiaanmu. Engkau memang pahlawan tanpa tanda jasa.
Aku hanya bisa mengharapkan semoga semua impianmu bisa kuwujudkan. Aku ingin menjagamu hingga akhir hayatku. Ibu pesanku untukmu jangan pernah bosan untuk selalu menegur dan menasihatiku bila aku salah dalam melangkah.
Ibu hanya kata maaf yang bisa kuucapkan untukmu. Maafkan aku ibu bila aku menyakitimu.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.















