POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

BOSAN LIHAT MEDSOS HARI INI

RedaksiOleh Redaksi
December 8, 2017
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Ki Pujanggamaya
Penulis dapat dihubungi di kipujanggamaya@gmail.com

Belakangan ini media sosial dibanjiri perdebatan yang sangat sengit antara golongan yang merasa pasti masuk surga dan golongan yang dianggap tidak layak masuk surga. Salah satu hal yang melatarbelakangi perdebatan adalah persoalan tentang Khilafah. 

Khilafah adalah sistem pengelolaan kehidupan yang diyakini oleh orang muslim sebagai sistem yang diamanahkan Allah kepada manusia. Sebagai seorang muslim tentu saya mendukung Khilafah, namun harus diperjelas, Khilafah versi siapa dulu. Khilafah sesungguhnya tidak melulu tentang politik dan pemerintahan, namun ada banyak aspek lainnya. Misalnya tata cara menjadi seorang bapak yang baik, cara mendidik anak, cara menghormati istri, merupakan beberapa contoh Khalifah yang diterapkan dalam konteks rumah tangga.

Karena viralnya sebuah ormas yang bernama HTI, menjadikan sistem Khilafah menjadi momok yang membahayakan kedaulatan NKRI, karena HTI secara terang-terangan menolak demokrasi, menganggap demokrasi sebagai sistem jahiliah, dan ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang lain. Itulah yang diperjuangkan HTI, maka tentunya gerakan ini sangat berbahaya bagi Indonesia.  

Jika kita mau membuka wawasan dengan membaca berbagai sumber refrensi, sesungguhnya sumber primer ajaran Islam tidak ada yang mewajibkan Khilafah sebagai sistem pemerintahan. Khilafah ketika itu hanya sebagai sebutan untuk para pemimpin setelah wafatnya nabi Muhammad, zaman empat sahabat nabi. 

Karena Khilafah sebagai sistem pemerintahan tidak ada dalam Al-quran dan hadist, maka saat ini lahirlah berbagai bentuk Khilafah. Saat ini ada 57 negara Islam yang tergabung di dalam OKI dengan berbagai bentuk sistem pemerintahan. Ada 22 di antaranya adalah negara arab, dan mereka berbeda-beda bentuk khilafahnya.

Dengan demikian maka tentunya Indonesia sebagai negara Pancasila adalah juga salah satu bentuk Khilafah. Dalam arti Khilafah khas ala Indonesia. Jika kita membaca Piagam Madinah yang dibuat nabi Muhammad SAW, isinya tidak jauh beda dengan isi dari Pancasila yang kita miliki. Masyarakat Madinah ketika itu juga beragam suku dan agama seperti Indonesia kita. Bentuk negara kita ini juga merupakan produk ijtihad para ulama tedahulu, seperti halnya para ulama di negara-negara timur tengah yang membuat konsep pemerintahan sesuai situasi dan kondisi masyarakatnya. Maka bisa kita simpulkan Indonesia ini sudah menjadi negara yang sesuai syariat Islam. 

Khilafah versi HTI adalah Khilafah yang terlalu sempit maknanya. Itu bisa memecah belah bangsa Indonesia yang beragam suku dan agama, tentu HTI layak untuk dibubarkan. Karena merupakan gerakan yang terlarang yang memiliki tujuan ingin menganti ideologi Pancasila dengan syariat Islam. 

Poin terakhir, saya sebagai seorang muslim hanya bisa berpendapat dan berharap saja. Karena segala kehendak adalah kuasa Allah. Entah nantinya negara ini benar-benar berubah menjadi negara agama, tentu namanya bukan lagi Indonesia, karena banyak pulau-pulau yang pasti akan memisahkan diri, terutama yang berada di wilayah Indonesia timur. Atau mungkin Indonesia akan terus ada hingga masa emas 2045, hingga lahirnya cucu-cucuku kelak masih di bawah panji sang saka merah putih. Apapun yang terjadi nanti, yang masih bisa saya syukuri hari ini adalah bisa beribadah dengan tenang sesuai agama masing-masing, di tempat ibadah masing-masing. Semoga Indonesia tidak harus mengalami konflik yang berkepanjangan seperti di Palestina, karena hadirnya manusia yang merasa paling benar, menjadi tuhan-tuhan kecil di dunia.  @fileski

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Satgas PPKM Terus Ingatkan Pelaku Usaha

The Universal Man

MELEWATI MINGGU KE TAMAN KOTA SAMBIL BELAJAR MENULIS

Pepaya, Pisang, dan Jambu Air: Pelajaran dari Yogyakarta

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ingat Roda Kehidupan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00