POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

LINDUNGIN ANAK DARI KEKERASAN SEKSUAL

RedaksiOleh Redaksi
June 12, 2017
🔊

Dengarkan Artikel

OLEH : MUHAMMAD IKHSAN AZMI
*Mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area. Staff Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan Ikatan Lembaga Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah VII (Aceh-Sumatera Utara)

Pada masa sekarang, banyak sekali kita temui kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak dan remaja. Biasanya korban yang mengalami kekerasan seksual merupakan anak perempuan, namun banyak sekali belakanngan ini yang mengalami kekerasan seksual juga anak laki-laki. Hampir dari seluruh Indonesia banyak anak yang mengalami kekerasan seksual, tetapi hanyak sedikit yang berani melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Selain dari anaknya sendiri yang tidak berani berbicara dengan orang tuanya dikarenakan korban diancam oleh sang pelaku serta orang tuanya sendiri yang takut untuk melaporkannya.

Kasus kekerasan seksual ini sendiri memiliki dampak jangka pendek serta jangka panjang terhadap anak. Dampak yang terjadi bisa secara fisik, psikologis maupun sosial, pada dampak psikologis anak bisa saja mengalami trauma, depresi, fobia yang berkepanjangan hingga sampai dewasa. Pada dampak sosial biasanya anak akan lebih menyendiri dan cenderung anti sosial, dan jika teman sekitar banyak yang tau anak cenderung dikucilkan sehingga anak biasanya akan sulit bergaul terhadap orang lain jika telah menjadi korban kekerasan seksual tersebut. Sedangkan pada dampak fisik, anak bisa saja terjangkit penyakit menular seksual. Menurut Sulistiyaningsih & Faturochman (2002) pada kasus korban perkosaan yang mengalami trauma psikologis yang sangat hebat, memungkinkan akan merasakan dorongan yang kuat untuk bunuh diri.

Siapakah yang menjadi tempat anak berlindung?

Orang tua dapat menjadi tameng seorang anak, dimana anak dapat berlindung pada orang tuanya sehingga anak tak menutupi hal-hal tersebut. Sebelumnya orang tua harus sangat dekat dengan anaknya agar sang anak merasa nyaman bila berada padanya sehingga Orang tua dapat lebih peka yang terjadi pada anaknya. Jadi, orang tua harus benar-benar ketat dalam menjaga anak mereka. Karena banyak sekali predator yang sedang memangsa korbannya dengan cara langsung atau cenderung pada modus tertentu seperti memberikan iming-iming untuk anak tersebut. Orang tua juga harus mengenali ciri-ciri yang menampilkan kejanggalan dalam perilaku anak yang biasa.

📚 Artikel Terkait

Post Power Syndrome dan Pencitraan Yang Terus Kasmaran Untuk Tetap Terus Berkuasa

Lhokseumawe Traditional Culture Festival dipastikan Menjadi Acara Terbaik Kota Lhokseumawe

Menggugat Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia: Antara Kuantitas dan Kualitas

Budi Arie Setiadi Unfollow

Bagaimana ciri-ciri jika anak mengalami kekerasan seksual?

Banyak ciri-ciri yang menampilkan bahwa anak telah mengalami kekerasan sesksual, sehingga orang tua harus mengetahuinya. Sejatinya jika anak telah mengalami hal tersebut anak akan cenderung menutup diri, lebih pendiam, takut jika bertemu orang asing/ sang pelaku, ingin selalu ditemani, susah tidur, sering melamun dan cara berjalan terlihat berbeda. Jika orang tua melihat beberapa ciri tersebut, sebaiknya orang tua mulai menanyakan apa yang terjadi perlahan pada anak, buat anak merasa nyaman pada kita sehingga dia dapat berbicara apa yang terjadi secara detail dan tidak takut. Setelah itu orang tua harus dapat melaporkan kejadian tersebut dan orang tua juga harus lebih peka terhadap anaknya agar tidak terlalu trauma. Tetapi, orang tua tidak boleh langsung menutupi diri anak terhadap lingkungan luar. Jika traumanya terlalu parah, orang tua dapat membawa anak ke Psikolog anak untuk mengobatin trauma ataupun dampak psikologis lainnya.

Bagaimana cara mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak?

Hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual ada anak adalah orang tua harus memberikan sosialisasi terhadap anak. Salah satu sosialisasinya orang tua dapat menggunakan metode cerita pada anak dimana orang tua menceritakan bahwa adanya bagian-bagian tubuh tertent yang tidak boleh disentuh oleh orang asing ataupun yang berbeda gender. Adapun bagian-bagian yang tidak boleh disentuh ada tiga yaitu bibir, dada, bagian kelamin dan bagian belakang. Orang tua juga mengajarkan bahwa anak harus menolak jika bagian-bagian tersebut ingin disentuh oleh orang lain. Sebelumnya orang tua juga harus memberi tahu mengenai Sex-Role & Sex-difference antara laki-laki dan perempuan sehingga memerlukan batasan dalam bergaul, orang tua juga harus tetap mengawasinya. 

 
Note: Setiap naskah lomba yang dimuat pada portal www.potretonline.com sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Setiap artikel lomba tidak melalui proses editing. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Maraknya Tawuran Antar Pelajar di Negara Kita

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00