• Latest

Puisi- Puisi Rachmadi Akbar

Februari 23, 2017
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi- Puisi Rachmadi Akbar

Redaksiby Redaksi
Februari 23, 2017
Reading Time: 2 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

“FATAMORGANA”

Malam tak kunjung hilang

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026
Filosofi Cinta ala Sapardi Yang Tak Pernah Usai

Filosofi Cinta ala Sapardi Yang Tak Pernah Usai

Maret 25, 2026

Pagi tak jua datang

Dan otakku pun tak bisa diam

Terus bergelut menelusuri lembah pikiran

Ini dunia.. bukan surga atau neraka !

Kau ingin apa?

ADVERTISEMENT

Sudahlah.. berhenti berkeluh kesah

Tuhan Maha Adil !

Lenyapkan dia dari logikamu

Sampai kau temukan jawaban dalam dalam ketidakpastian

“Menghamba Pada-Nya”
Pria itu tampak gagah

Badan tegap menghadap ke depan

Tatapan yakin dengan penuh keberanian

Suara lantang bak komandan dalam perang

Pakaian rapi tunjukkan wibawa

Dasi yang bergantung dileher adalah simbol kesejahteraan

Namun lihatlah..

Dia tampak lemah dan tak sanggup apa-apa

Merintih dan memohon dihadapan-Nya

Menangis dan mengharap belas kasih dari-Nya

Dia campakkan segala

Yang tinggal hanya sosok anak manusia yang lemah tak punya daya

Lenyapkan seluruh keangkuhan

Kubur dalam-dalam semua kesombongan

Buang segenap rasa bangga

Pejamkan mata dan bayangkan

Hanya Dia yang Maha Kuasa

Itulah hakikat menghamba pada-Nya

“Beda”

Beda manusia, beda wibawa

Jangan samakan aku dengan mereka

Rambut boleh sama pekat

Tapi pikiran mungkin tak seikat

Setiap tutur mewakili satu pribadi

Tulus hati siapa yang bisa diteliti

Kadang hanya tipu daya

Untuk memikat si kumbang yang ada

Aku tak mau berbalas pantun denganmu

Ini hanya satu

Dariku untuk mu

Hei lihatlah mereka!

Tak sama tapi serupa

Seolah bermain sandiwara di panggung gembira

Sudahlah wahai saudara

Kita bukan raja yang sedang bercerita

Hanya kaum kecil yang tengah mencoba menyatukan rasa

“Kota Naga”

Sejuta manusia hidup diatas bumi-Nya

dari yang miskin sampai yang sedikit kaya

sebagian kecilnya mungkin ada disini

dibumi Teuku Cut Ali ini

Hidup sederhana sangatlah gembira

Asalkan perut dapat diberi rasa

Nelayan pergi menyapa ombak

Menemui ikan dan karang di lautan

Disambut heboh oleh angin dan burung

Dihempas gelombang semakin bergoyang

Perahu ini kuat!

Tak mudah lenyap dengan sedikit hempasan

Karena dibuat oleh tangan-tangan yang iklas

Hei lihatlah

Anak-anak sedang bermain

Bercengkrama ria dengan sesama

Terkadang berkelahi untuk kembali berkawan

Sungguh keharmonisan yang tak tergantikan

Tempat ini indah, lebih indah dari yang kau temukan

Di pasar, di stasiun dan tikungan jalan

ini kampungku

Di kaki gunung dibibir pantai

Tapaktuan

Tapaktuan

Kota Naga dari legenda tuan tapa

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Betty

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com