POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

“ Awas POTRET” Jangan (hanya) Dibaca

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
October 17, 2016
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis
Awas POTRET, Jangan (hanya) dibaca. Itulah tulisan yang tertera di bagian belakang mobil atau armada majalah POTRET, yang sering lalu lalang di jalan raya. Banyak mata tertuju ke tulisan itu. Banyak pula yang bertanya, apa maksudnya? Mengapa tidak boleh dibaca? Padahal, setiap orang yang melihatnya pasti membaca tulisan itu. Maka dapat dipastikan ungkapan itu tampaknya banyak melekat di benak orang, juga membuat banyak orang ingin tahu, sembari bertanya-tanya sendiri. Wajar saja, kalau banyak orang mengingat POTRET, karena kalimat “ Awas POTRET” Jangan (hanya) dibaca tersebut, selain POTRET memang satu-satunya majalah perempuan yang terbit di Aceh dan beredar hingga nasional. Itulah pula kesan orang terhadap majalah POTRET selama ini. Kami sangat bersyukur karena banyak orang yang mengingat majalah POTRET yang alhamdulilah, pada tanggal 11 Januari 2016, berulang tahun yang 13. Berarti kini masuk ke tahun ke 14. Ibarat anak manusia, usia 13 menuju 14 tahun adalah usia anak yang mulai baliq. Untuk usia seorang anak, tentu saja masih di bawah umur. Masih belum dewasa. Namun, bagi sebuah media, usia ini termasuk umur yang panjang. Fakta banyak yang membuktikan , terutama di Aceh, sebuah majalah itu hanya terbit beberapa kali, lalu mati. Sementara POTRET hingga hari ini masih menginspirasi pembaca.

Alhamdulilah majalah POTRET tidak demikian, karena komitmen, ketekunan, dipertebal sikap konsisten dan semangat kerja keras, majalah ini kini genab 13 tahun melaju masuk ke tahun 14. Selayaknya, di usia baliq ini, semua yang terlibat dalam membidani terbitnya majalah POTRET 13 tahun lalu dan yang kemudian ikut berkontribusi, sejenak melakukan kontemplasi, melakukan refleksi, mengevaluasi serta mencoba menatap ke masa depan akan eksistensi majalah POTRET kini dan esok.

Melihat ke masa lalu, masa-masa media cetak masih menjadi andalan, mungkin, bisa jadi kami gede rasa, merasa bahwa majalah POTRET itu sangat penting dan perlu hadir sebagai media alternative. Media yang dapat membantu memotivasi, mengajak dan bahkan menyediakan ruang ekspresi bagi kaum perempuan, para siswa, guru dan siapa saja. Apa yang dilakukan oleh majalah Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh dengan majalah POTRET sejak terbit adalah memberdayakan, mencerdaskan perempuan lewat pelatihan dan pemuatan tulisan para perempuan di majalah POTRET. Namun di eara digital ini, apakah masih dibutuhkan?

Ya, kehadiran majalah POTRET dari awala dilandasi oleh sebuah mimpi besar. Mimpi membangun gerakan menulis di kalangan perempuan, mulai dari Aceh hingga ke seluruh pelosok nusantara. Sebuah mimpi yang mungkin terlalu besar dan sulit terjangkau. Mana mungkin bisa membangun budaya menulis di kalangan perempuan, bila kapasitas menulis kaum perempuan tidak dibangun. Mungkin demikian. Apalagi kalau potensi dan kekuatan untuk membangun budaya menulis itu tidak ada atau sangat kurang. Impian itu pasti sulit tercapai. Namun, sekali lagi, anugerah Allah diberikan kepada kami berupa sikap peduli (care), kemauan (willingness) untuk berbuat, kapasitas pengetahuan dan ketrampilan serta pengalaman yang didukung oleh komitmen dan sikap konsisten, impian itu terlaksana. Walau, mungkin capaian targetnya masih jauh dari harapan. Yang penting, ketika impian besar itu dibuat, lalu diikuti dengan upaya untuk mewujudkannya, selangkah, dua atau tiga langkah sudah terlaksana. Kontribusi itu sudah jelas ada, walau kecil. Bagi kami, takda bulat, lakukanlah kebaikan itu, walau sekecil apapun, sejauh membawa manfaat. Majalah POTRET telah memberikan pelajaran berarti bagi kami dan juga kaum perempuan di Aceh khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

📚 Artikel Terkait

Semak – Puisi Anda Terpilih Potretonline

Udara Kita Kian Tercemar

Pembelian Impulsif: Godaan Era Digital

Petunjuk Ulama di Pilkada Aceh 2024: Ijtihad ataukah Ilham?

Sebagai media yang terbit di daerah yang kering budaya baca, banyak sekali batu sandungan yang menghambat. Beberapa bongkahan batu yang menghambat itu salah satunya adalah rendahnya kemampuan POTRET untuk membuat POTRET tampil elegan. Namun persoalan minat baca juga tak dapat dikalahkan. Daya beli, serta minimnya perhatian penguasa negeri, telah terbukti sejumlah media di Aceh mati dan bahkan ada yang diamtikan dengan alasan-alasan tertentu. Namun majalah ini tetap tumbuh dan bergerak. Terus dan terus belajar hidup, walau terseok-seok, merayap, merangkak dalam kepayahan untuk membangun gerakan menulis di kalangan perempuan, namun niat yang berawal dari membangun kapasitas kaum perempuan akar rumput di 6 kabupaten di Aceh ini, kini sudah berjalan selama 13 tahun. Dalam perjalanan usia yang terus bertambah, majalah POTRET terus ber-metamorphosis bersama perempuan, kemudian menukik ke bawah, kepada para pelajar, guru dan masyarakat umum. Paling tidak, kini majalah POTRET sudah menjadi media edukasi, berkreasi dan berinnovasi bagi pelajar di tingkat SMP, SMA, mahasiswa serta masyarakat umum. Jangkauannya pun meluas ke luar Aceh dan bahkan manca negara. Buktinya, contributor majalah ini sampai luar negeri.

Kiranya, ketika usia majalah POTRET sudah melewati angka 13 tahun ini, menjadi momentum dan tolok ukur bagi majalah POTRET untuk memotret diri. Dalam kondisi yang serba sulit, selayaknya kembali menimang dan menimbang, apakah masih layak untuk terus terbit, atau harus mati? Tantangan dan ancaman di depan mata sangat besar, ya tantangan global, era digitalisasi yang telah banyak mematikan media cetak. Selama ini, bagi POTRET sesungguhnya bila ingin mengejar keuntungan finansial, sebagai sektor bisnis yang menguntungkan, jelas selama ini belum memberikan keuntungan finansial, karena memang orientasinya tidak bisnis murni, ditambah lagi sulitnya mendapat dukungan iklan, sehingga secara finansial POTRET sedang dalam keadaan yang sulit.

Namun, karena idealisme. Ya cita-cita atau mimpi yang kuat untuk membangun gerakan menulis di kalangan perempuan di Aceh masih belum tercapai, dalam kondisi apapun POTRET diupayakan tetap terbit, walau tidak ideal, tidak tepat waktu. Tidak ada niat kami untuk berhenti menerbitkan majalah POTRET. Kecuali ketika masyarakata, sudah benar-benar tidak membutuhkan literasi, tidak punya kepentingan dengan kebutuhan membaca dan menulis.

Cogito ergo sum, meminjam istilah seorang filsuf ternama dari Perancis, Descartes, Aku berfikir, maka aku ada, juga menjadi motivasi untuk berbuat kebaikan untuk semua orang lewat POTRET. Karena dalam kenyataannya, apa yang kami lakukan saat ini, bukan hanya mengajak orang, mengajak perempuan atau mengajak siapa saja untuk menulis, sementara media untuk menulis tidak ada. Kami bukan hanya mengajak, tetapi secara sungguh-sungguh menyediakan media untuk menulis, berkreasi dan berekspresi. Bukan hanya cetak, kami juga menyediakan media online, yakni www.potretonline.com. Bahkan, walau sangat berat, kami juga sangat menghargai karya atau sumbangan para contributor dengan apresiasi yang ada pada kami. Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu. Doakan POTRET tetap bisa menjadi teman setia di tahun 2016 dan seterusnya. Ingat POTRET, Ingat “ Awas POTRET” jangan (hanya) dibaca. Dirgahayu POTRET, Dirgahayu untuk semua.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Melihat Perempuan Aceh Kini

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00