• Latest

INOVASI PRODUK OLAHAN LIMBAH KULIT NANAS MADU

Agustus 17, 2018
1644037c-9c07-459e-8bd0-1005ddefbd88

Euforia Otsus dan Kejelasan Dana TKD 824 Milyar Rupiah

April 17, 2026
beb4ab3b-53fa-4329-93c9-4af1acd5127d

Digitalisasi Wakaf Melalui e-AIW

April 17, 2026
a16e068a-f693-4165-8ec4-fa77c8ac85af

Madiun Mendunia: Para Perupa Cilik dari Kota Pecel Unjuk Gigi di Kancah Global

April 17, 2026
file_00000000ed1871fa885008c1f509199b

Puisi Esai April: Perjuangan Perempuan‎ Marwah Perempuan Yang Menolak Dijarah

April 17, 2026
ae101973-036d-4e7c-b508-990e61a5c5af

Kosong

April 17, 2026
IMG_0778

OTT Kepala Daerah dan Rapuhnya Demokrasi Lokal

April 17, 2026
fb4fd11e-159e-4ae3-acae-836dffc91dd8

Adab Bermunajat: Integrasi Kesucian Mental dan Fisik dalam Menghadap Sang Khalik

April 17, 2026

Agama yang Meninabobokan atau Menggerakkan? Dari Mimbar ke Realitas, Mencari Kembali Ruh Peradaban

April 16, 2026
Jumat, April 17, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

INOVASI PRODUK OLAHAN LIMBAH KULIT NANAS MADU

Redaksi by Redaksi
Agustus 17, 2018
in Inovasi, KKN, Mahasiswa, Pemalang
Reading Time: 9 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Sebanyak 13 mahasiswa dari kelompok 3 KKN PPM Tematik Universitas Diponegoro yang berasal dari beberapa bidang keilmuan, terjun langsung ke lapangan untuk berbagi ilmu dan informasimelalui pelatihan kepadaIbu-Ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah di Desa Beluk, Pemalang, guna mengolah limbah kulit nanas menjadi sabun cuci piring dan pengharum ruangan. 
Kegiatan yang berada di bawah bimbingan Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si, Fahmi Arifan S.T, M.Eng, Ariza Fuadi SHI., MA dan Dra. FS Nugraheni, M.Kesini dilaksanakan karena melihat potensi desa Beluk yang kayaakan sumber daya nanas madunya dapat menjadi salah satu daerah penghasil nanas madu terbaik dan terbesar di Indonesia. Namun,cukup disayangkan bahwa limbah kulit nanas tersebut tidak dipergunakan sehingga dibakar begitu saja oleh masyarakat. 
Nanas madu merupakan salah satujenis nanas Queendengan ciri-ciri buah yang yang kecil, rasa manis, aroma harum, dan memiliki kulit kuning coklat kemerahan. Nanas diketahui mempunyai kandungan zat gizi yang tinggi seperti serat, vitamin, mineral dan kandungan antioksidan alami yang berbeda pada setiap bagian buahnya.[1]Selain daging buah, nanas madu juga dapat dimanfaatkan dari bagian kulitnya, kulit yang biasanya hanya terbuang menjadi limbah diketahui mempunyai manfaat sebagai antimikroba yang berasal dari air dan ekstrak etanol, di mana berbagai tingkat aktivitas antimikroba tersebut dapat melawan bakteri seperti E. coli, S. aureus, K. pneumoniadan B.cereus. Selain itu, aroma harum yang kuat pada kulit nanas madu cocok dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan produk non-pangan.[2]
Berdasarkan hal tersebut, sejumlah mahasiswa ini berinovasi tidak hanya mengolah buah nanas saja, tetapi juga untuk memanfaatkan limbah dari kulit nanas tersebut. Produk sabun cuci piring dan pengharum ruangan dibuat dengan berbahan dasar kulit nanas madu dengan penambahan beberapa bahan kimia yang aman untuk digunakan, mudah didapat dan dengan harga yang terjangkau.
Tahapan pembuatan sabun cuci piring dan pengharum ruangan dimulai dari pemilihan kulit nanas madu yang segar dan berkualitas. Kemudian pada pembuatan sabun cuci piring diawali dengan menyiapkan 2 buah ember yang masing-masing diisi air, lalumemasukkan garam kedalam ember 1 dan aduk merata.Cuci kulit nanas hingga bersih kemudian haluskan menggunakan blender dengan menambahkan sedikit air garam dari ember 1.Air garam diberikan untuk menghilangkan rasa gatal yang terdapat pada kulit nanas. Pisahkan air kulit nanas dengan ampasnya menggunakan kain saring.Larutkan texapon kedalam ember 2 yang telah berisi air, aduk hingga terlarut sempurna.Texapon diberikan untuk menghasilkan buih pada sabun, kemudian masukkan air perasan kulit nanas kedalam ember dan aduk hingga tercampur sempurna.Selanjutnya masukkan sisa air garam dari ember 1  ke dalam ember 2 dan aduk hingga rata. Larutkan CMC sebagai pengentalke dalam ember 2 dan aduk hingga rata.Terakhir tambahkan amfitol untuk menambah buih kembalikedalam ember 2 dan aduk hingga rata.Diamkan selama 2 hari, dan apabila buih kurang banyak tambahkan amfitol kembali, apabilakekentalan sabun kurang tambahkan CMC kembali.
Sedangkan tahap pembuatan pengharum ruangan selanjutnya adalah dengan melarutkan agar-agar plainke dalam sari kulit nanas dan panaskan diatas kompor.Kemudian tambahkan garam, aduk dan pastikan terlarut serta tercampur secara sempurna.Aduk campuran tersebut hingga mencapai suhu ±800C. Pastikan campuran terus teraduk selama proses pemanasan.MasukkanCMC, aduk hingga merata dan hindari terbentuknya gumpalan.Tambahkan sedikit parfum untuk menambah aroma harumbeberapa saat sebelum proses pemanasan selesai dan pastikan campuran terus teraduk selama proses pemanasan.Setelah larutan mendidih dan tercampur merata, tuang campuran ke dalam cetakan yang telah disediakan dan dinginkan hingga campuran menjadi lebih kenyal.
Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cuci piring dan pengharum ruangan yang berlangsung sejak tanggal 6 Juli  sampai dengan 12 Juli 2018 disambut dengan antusias oleh Ibu-Ibu Kelompok Wanita Tani (KWT)Barokah. Dari kegiatan ini dihasilkan 2 produk yaitu “Clean Clong” yang merupakan merek dari produk sabun cuci piring dan “Aromas”yang merupakan merek dari produk pengharum ruangan.  
Menurut Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Ibu Rahayu, melalui program kegiatan ini memberikan semangat baru bagi anggota KWT agar dapat memproduksi sabun dan pengharum ruangan sendiri serta membantu perekonomian masyarakat sekitar.Program yang telah dilaksanakan ini juga mendapatkan respon positif dari Kepala Desa Beluk Yunus Suprianto, berharap dengan adanya kegiatan ini limbah-llimbah kulit nanas berkurang dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. 


Referensi:
1.        Fidrianny I, Virna V, Insanu M. Antioxidant Potential of Different Parts of Bogor Pineapple (Ananas Comosus [L.] Merr. Var. Queen) Cultivated in West Java-Indonesia. Vol. 11, Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. 2018. 129 p. 
2.        P DA, M A-AA. Phytochemical Compositions and Antimicrobial Activities of Ananas comosus Peel (M.) and Cocos nucifera Kernel (L.) on Selected Food Borne Pathogens. Am J Plant Biol. 2017;2(2):73–6. 
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Forum Jurnalis Lingkungan Mengadakan Kemah Jurnalistik ke dua

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com