Oleh Thomas Krispianus Swalar Samudra raya adakah kau dengar Rintihan hati mendamba, dalam kelam pekatnya malam Sunyi, bidukku terombang...
Read moreDetailsOleh Ekozapetra Dua puluh dua tahun berlalu, Jejakmu terukir dalam waktu, Potret, majalah penuh makna, Mengabadikan kisah, membawa cahaya. Setiap...
Read moreDetailsIlustrasi Kumpulan Puisi Leni Marlina "Tangis yang Tak Terdengar". Sumber Gambar: Starcom Indonesia's Artworks No. 925-10 Assisted by AI....
Read moreDetailsRUMAH DUKA, SAJAKKU MENGALIRKAN GENANGAN AIR MATA rumah duka di sini sajakku mengalirkan genangan air mata sepi terkunci rapi...
Read moreDetailsOleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah) Pada malam yang kelam, di sebuah rumah kecil di Ciputat, cinta...
Read moreDetailsOleh: Sadri Ondang Jaya Daerah itu ibarat perahu yang nyaris karam. Bukan karena dihantam badai atau kehilangan arah, tetapi...
Read moreDetailsOleh Afridal Darmi Sudah musim durian lagi di Lamuri. Angin malam berhembus membawa harumnya ke indera penciuman Johan Chik. Di...
Read moreDetailsOleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah) Di jalan raya yang membentang bisu, Tangerang-Merak menjadi saksi kelabu. Asa...
Read moreDetailsL K Ara Monolog: Di Bawah Kubah Baiturrahman (Seorang lelaki tua berdiri di tengah Masjid Raya Baiturrahman, mengenakan baju gamis...
Read moreDetailsJAKARTA – Potretonline.com- Penyair Aceh Faridha meluncurkan buku Suatu Waktu, Suatu Ruang, Ketika Hati Menyentuh Kata di Pusat Dokumentasi...
Read moreDetails