
MENCARI RAHMAT-MU Rejab menyinar membawa wadah tanah kerilkil kucangkul jadikan batas takwa membina sebuah impian menyusun wirid berulang tafakur menyebut...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Kawan, sedang di manakah kita Apakah mungkin kita tlah lupa Suatu ketika negeri kita dilanda duka nestapa...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Moh. Ghufron Cholid Berdomisili di Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura Malam ini, saya bertemu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Di masjid-masjid,malam ini Sepi tlah darı tadı menepi Orang-orang mengaji Mengisi relung hati Di bulan Ramadan ini,...
Baca SelengkapnyaDetailsAwal perjalanan kehadiran cinta kasih sayang bunda. Air mata hangat tersenyum dia Dirimu menangis Puja puji bunda bersyukur untuk menyambut...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosli K. Matari Malaysia kuterima musim gugur ini sebagai jiwa, nurani alam, walau sehelai daun, senyap, sepi harus luruh...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Suwarni Mudah kata orang Tapi bagiku tidak Aku merangkak menitinya Penuh tetesan keringat dan air mata Kutiti jalan setapak...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosli K Matari dalam angin, kudengar musim luruh membisik kata-kata, bergetar rawan dan luluh "hidup ini, sekadar masyrik matahari...
Baca SelengkapnyaDetailsIsraeled kau teguk kopimu jangan sentuh kopiku tangan kau kotor, seperti israeled cawanku bukan cawanmu nantiku muntah dalam cawanmu biar...
Baca SelengkapnyaDetailsSebelum Haul Kiai Tidjani Rindu itu bertamu lagi Betapa rimbun pohon ketabahanmu, Kiai Segala kau maknai sebagai cinta Yang mesti...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com