HANYUTLAH KAU SANG PENGKHAYAL
Khayalis: Syam S Sinar mentari mengais pagi Bersama mendung menipis angin semilir lembut Menyentuh...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Khayalis: Syam S Sinar mentari mengais pagi Bersama mendung menipis angin semilir lembut Menyentuh...
Oleh Ria Andelia Kumendengar suara goresan Yang membuat hatiku terasa sakit Tubuhku kaku seakan waktu telah terhenti Dia...
Oleh Alya Amira Asshifa Kebersihan… Sungguh engkau yang kujaga… Engkaulah yang kunanti… Kebersihan… Seandainya saja engkau tidak...
Oleh Alya Almira As Shifa Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945Pada saat itulah indonesia sangat berbahagia dengan banyak...
Tantangan Senja Kujejaki jembatan rindu laut Malaka kuseberangi Kutitip senja di ufuk barat Bila malam tiba baru...
Untuk Suami Tercinta Oleh, Lina Zulaini Kamu, orang asing yang kutemui beberapa saat lalu. Memilihku jadi bagian...
(Puisi Di Perjalanan) *Khayalis : Syamsuarni Setia Pahit di sudut bibir Ditelan susah dibuang sayang Biar...
Oleh Muhammad Nazar Mhs. Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Mulai...
Nana Aprilya Siswi Madrasah Tsanawiyah Swasta, Juli, Bireun, Aceh Ketika tirai mulai terbuka Sang surya menampakkan sinarnya Kulihat segenap harapan jiwa Impikan hayalan menjadi nyata Kususuri jalan setapak Tak lebar namun menggairahkan Walau banyak rintangan...