Suara-suara Kaki Langit
Oleh Tabrani Yunis Gelegar – gelegar suara Berselimut gundah para penjaga raja Seperti memelas bela mengambil muka penguasa...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Gelegar – gelegar suara Berselimut gundah para penjaga raja Seperti memelas bela mengambil muka penguasa...
Oleh Martha Redyana Baba Saling melemparkan gurauan di besi pembawa berita Hari itu tidak seperti biasanya Kami tidak...
KAU PUISIKU Kepada Pemilik hati Setelah kejadian itu jiwaku menjadi puisi. Puisi-puisi telah menyerupai kepala,wajah juga tangan dan...
Oleh: Aisah Nurul Fadila Hari itu, langit juga meratapSeolah memberi pertanda bahwa ia juga terluka Semuanya terjadi tanpa...
Oleh Lina Zulaini Bukan hanya raga.Tapi hatiku mulai dipesiang masa.Namun, aku masih tersungkur di bangku pertama kita bertemu. “Hatiku hanya...
Tiga tahun kita bersama Kita jalani pendidikan ini Belajar bersama tertawa bersama Membuat kita lupa adanya perpisahan Kini.....
Dok. Koran Jakarta Oleh : Nsyah Meraih dalam impian Merajut dalam harapan Demi satu tujuan cita-cita Masa depan...
Oleh Sitti Zahara Tarmizi Di sini, Dimana hati susah diajak kompromi Rindu menggema memanggil dirimu yang dulu Pribadi...
Dok. Mongabay Oleh Lina Zulaini Menapaki sebuah kota kecil. Aku suka melihatnya seorang diri dari sudut yang berbeda....