HABA Mangat

HABA Mangat

Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.

Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

Rumah

By Lina ZulainiMahasiswi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Setelah hari ituAku masih memandang langit yang samaMasih menghirup udara yang samaDengan...

Maksud Hati

                                       Oleh  Auliana Rizky Mahasiswa FKIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Letting 2017Pagi itu ruang memang tampak sangat cerahKursi...

Esok

By Lina Zulaini13 Maret 2018Sahabat, Jika boleh ku menitip masa depan yang belum sempat ku benah dengan sempurnaKarena aku terlena...

Aku Saksimu

Oleh Lina Zulaini Berdomisili di Jantho, Aceh BesarMentari cerah terkadang membuat ku tak bisa terbukaKau sering membuat ku menangis,                       membuatku...

Ayah

 Puisi Tabrani YunisAyahHari ini izinkan aku menangisMelampiaskan rinduku padamuMungkin lewat tangisKu basuh rindu ituSudah tak ada yang mampu mempersatuKecuali doa...

Dia

OlehLina ZulainiBerdomisili di Aceh BesarHari ini terakhir aku melihat muTapi percayalah aku akan baik-baik sajaIni terakhir kali aku mengecup muTapi...

Jati Diri

By Lina ZulainiHari ini kutemukan titik keraguan ituYang membuat aku kalah akan emosikuMenertawakan kekalahankuKini aku layaknya botol mineral, tipisMencoba melihat...

Page 92 of 94 1 91 92 93 94

HABA Mangat