
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh : Qurrata A’yuniSiswi SMA N Modal Bangsa, Aceh Besar. Dalam duka ku teguhkan hatiDengan duka ku kuatkan diriTubuhku terguncang...
Baca SelengkapnyaDetailsSiluetOleh Lianna Putri SM. Kau ... Bolehkah aku menyimpan segenggam ingatan tentangmu? Yang masih berserakan di sekitar ruang kosong dalam...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh :Nisa UlmuddrikaKamis, 30 Maret 2017 DuluDi kampungku, jumat adalah ketenanganYang ku temui hanyalah kesepianMasjid mendadak ramaiSemua muslim bergegas menunaikan...
Baca SelengkapnyaDetailsKAPAN DIMULAI dimulai di akhiri dibenturkan kenyataan dihantamkan kebohongan dimulai diacak-acak kepercayaan ini timbulkan sengketa hati sebelum prahara apa belum...
Baca SelengkapnyaDetails“FATAMORGANA” Malam tak kunjung hilang Pagi tak jua datang Dan otakku pun tak bisa diam Terus bergelut menelusuri lembah pikiran...
Baca SelengkapnyaDetailsMahasiswa Jurusan KPI, UIN Ar-Ranirry Banda Aceh Rintihan Sang Yatim Setiap kali rasa rindu yang menyeruak hadir bersama kenangan-kenangan yang...
Baca SelengkapnyaDetailsSesuatu Yang Berbeda Di saat sendiri jauh lebih sempurna Ketika tertawa jauh lebih nikmat Di dalam ketenangan jiwa menyejukkan pikiran...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com