HABA Mangat

HABA Mangat

Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.

Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

TAK BERTANDA

Oleh: Aisah Nurul FadilaHari itu, langit juga meratapSeolah memberi pertanda bahwa ia juga terluka Semuanya terjadi tanpa tandaSimpang siur terjadi hampir di pesisir...

Menunggu

Oleh Lina Zulaini Bukan hanya raga.Tapi hatiku mulai dipesiang masa.Namun, aku masih tersungkur di bangku pertama kita bertemu. "Hatiku hanya sebatas angin...

Perpisahan

Tiga tahun kita bersamaKita jalani pendidikan iniBelajar bersamatertawa bersamaMembuat kita lupa adanya perpisahanKini.. setelah hari ini..Ketika hari berganti menjadi pastiKita...

Panggung Politik

Dok. Koran JakartaOleh : NsyahMeraih dalam impianMerajut dalam harapanDemi satu tujuan cita-citaMasa depan negaraMenua dalam usia Terbengkalai dalam waktuDengan ambisi yang...

Rasa Yang Hilang

Oleh Sitti Zahara TarmiziDi sini,Dimana hati susah diajak kompromiRindu menggema memanggil dirimu yang duluPribadi yang mencerahkan harikuMenebar senyuman di mulutkuKakiku...

Mimpi Imajinasi

Ilustrasi : Sumber Grid.idOleh : NsyahIngin kupacari dikau Dengan kata manis sebagai penyemangatDengan senyum sebagai penghiburDengan doa sebagai kunci mendapatkan-muIngin kunikahi...

Page 84 of 94 1 83 84 85 94

HABA Mangat