HABA Mangat

HABA Mangat

Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.

Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

Nanggala 402

Oleh Nova JuliaMahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN-Ar-Raniry, Banda Aceh4+Tanpa terasa kau sudah berbakti untuk negri...

Doa Mereka

 Oleh Tabrani YunisihatTataplumat dalam-dalamPejamkan mata sejenakRasakan senyum mengulumsuka, ceria dan gembiradi balik luka mengangaitulah harudalam wajah-wajah lugumenyemburkan rindupada masa-masa baruLihatlah wajah lucusedikit...

MUTIARA KELANA

Oleh: MardianaGuru MIN 5 Kota Banda AcehMutiara kelana.....Di ufuk timur matamu  mulai pecah memerahmenyelinap muncul di bawah perahu sang bundaSuara terisak...

Lentera Kalbu

Oleh MaulidaKelas XIII SMA Negeri 2 Sampoiniet, Aceh Jaya Akhir dari sebuah ceritaPilu, lara tenggelam bersama senjaTak banyak aksara yang dapat...

Titik

Oleh Tabrani YunisDari titik  adabersua di ujung senggamaasal mula manusiaAllah meniupkan ruh dalam jiwaMaka adaRahasia Sang Pencipta Tak ada yang mampu...

Suara-suara Kaki Langit

Oleh Tabrani YunisGelegar - gelegar suara Berselimut gundah para penjaga rajaSeperti memelas belamengambil mukapenguasa - penguasa istanaSuara-suara  digulung gelombang asaBeriak menuju...

DERAI AIR MATA

Oleh Martha Redyana BabaSaling melemparkan gurauan di besi pembawa beritaHari itu tidak seperti biasanya Kami tidak menghiraukanmu kala ituEsoknya kami mendengar...

Page 83 of 94 1 82 83 84 94

HABA Mangat