
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
foto dok. PribadiOleh Khairunnisa BerutuSiswi Kelas 10 IPA 2, SMA Negeri 1 Simpang Kiri, Subulussalam, AcehTetesan air mata kerinduan seorang...
Baca SelengkapnyaDetailsfoto : Inspirasi coffeeOleh Sitti Zahara TarmiziSiswi SMA Negeri 1 Bandarbaru, Pidie Jaya, AcehKu menulis puisi iniDi antara derasnya hujanTetes...
Baca SelengkapnyaDetailsDok.POTRETOleh Sitti Zahara TarmiziSiswi SMA Negeri 1 Bandar Dua, Ule Gle, Pidie JayaIngin ku berhenti mengingatmuTapi dikepalaku dipenuhi bayangmuSebelum ku...
Baca SelengkapnyaDetailsIlustrasi : Sumber Journeysederhana.blogspot.comOleh Lina Zulaini Untuk kamu, yang katanya ingin tinggal.Di lumbung rinduku.Aku bukan si sempurna dengan raut ranum.Yang mampu...
Baca SelengkapnyaDetailsIlustrasi : Sumber Trenlis.co Oleh Sitti Zahara TarmiziSiswi SMA Negeri 1 Ule Gle, Bandar Dua, Pidie jayaDari kecil kita bersamaKita...
Baca SelengkapnyaDetailsIlustrasi : Sumber Hipwee Oleh Firza OlaMeski dirimu tak lagi berada di sampingkuMeski tak lagi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Dhea Pradiza AnzelinMahasiswi Perbankan SyariahUniversitas Islam Negri Ar-Raniry Banda AcehKetika senja di terpa mentari tuaSurya turun hendak bermalamCemarpun pergi...
Baca SelengkapnyaDetailsIlustrasi : Koleksi RumahOleh Sitti Zahara TarmiziSiswi SMA Negeri 1 Ule Gle, Bandar Dua, Pidie JayaDia makan hatiDan isi hatiPada...
Baca SelengkapnyaDetailsRintihan hatiAir mata...Kenapa selalu membahasi pipi ini?Apakah pengorbananku selama ini tak lagi berarti?Apakah doa-doaku tak lagi terdengar oleh sang Ilahi..?Tak...
Baca SelengkapnyaDetailsKu ikuti langkahmuSetapak demi setapak ku lewatiMembawaku ke arah meraih mimpiSang pelita..Dengan untaiannya sang pelita menuntunkuDengan tabahnya sang pelita mengajarikuHingga...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com