
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Hashim Yaacob Ibuku si penoreh getah , buta hurufnya se dari lahir , buta angka se dari kecil . Tapi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Ali Surakhman TS (bagi Abah Zab Bransah yang baik hati) Di perjalanan panjang yang tak terpetakan terusung kalbu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tgk.Bukhari Ingin kutulis sepatah kata Untuk semua guruku tercinta Sekalipun kata itu tidaklah seberapa Dibanding jasamu yang tiada...
Baca SelengkapnyaDetailsLamborsi Barangkali tak ada yang tahu Apa itu lamborsi Tetapi aku ini kali Mengena kata lembaran Lamborsi hitam api Layaknya...
Baca SelengkapnyaDetailsN Syahputra Di Meulaboh, Aceh Barat Bukan noda ragam sikapmu Berpetualang merengkuh waktu di setiap detik Adakalanya berpijak di satu...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Hamdani Mulya Belum kering air mata berderai mengenang tsunami Mata air bah datang menghanyutkan negeri Menumpahkan secangkir air mata...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nurdin F.JoesTeteskan sedikit saja airmata kitaMasih banyak saudara kita, pedih menderitaAda yang belum makan pagiSementara kita sudah selesai mencuci...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Halimah Berdomisili di Agam, Sumatera BaratTak terasa tahun 2021 hampir berlalu/Tiba masanya Fajar 2022 segera datang/Hanya sayang kita tak bisa...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh HalimahIbu....Engkau wanita sederhanaTak berpendidikan Bukan pula wanita pekerjaWalau hanya tamatan sekolah rakyat sajaTapi perjuanganmu sungguh luar biasaIbu...Seluruh hidupmu Engkau abdikan...
Baca SelengkapnyaDetailsTIBA-TIBA SAJA KAU MENAIKI KERETA PERGI KE WILAYAH LENYAP Tiba-tiba saja kau menaiki kereta pergi ke wilayah lenyappelita terpadam di gubuk...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com