
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Ketika hutan tak lebat lagi dikeruk nafsu birahi hujan turun tak ingin berhenti Bencana pun datang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Ali Surakhman TS Dalam sebuah gambar yang indah dan mempesona Buku itu terpegang dengan erat penuh makna Dengan senyum...
Baca SelengkapnyaDetailsUMPAMA DEBU Merenung malam aku tatap wahah langit. Hitamnya manis di putih bulan. Cahayanya menyuluh alam . Agungnya Tuhan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Ali Surakhman TS ( Bagi Adoen Abah Zab Branzah dan Mega Aqila ) Di ujung pandang mata...
Baca SelengkapnyaDetailsSejarah Dalam Negeri Filsafat Savitri Jumiati Bola bola globalisasi Komoditi cekik mati Berlari sembunyi Cekal rasa harga diri...
Baca SelengkapnyaDetailsSiluet Oleh Pril Huseno Mimpi tak sempat datang Tapi langsung duduk di pangkuanmu. Bagai meminang anak pelangi Mungil kau...
Baca SelengkapnyaDetailsHashim Yaacob Ibuku si penoreh getah , buta hurufnya se dari lahir , buta angka se dari kecil . Tapi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Ali Surakhman TS (bagi Abah Zab Bransah yang baik hati) Di perjalanan panjang yang tak terpetakan terusung kalbu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tgk.Bukhari Ingin kutulis sepatah kata Untuk semua guruku tercinta Sekalipun kata itu tidaklah seberapa Dibanding jasamu yang tiada...
Baca SelengkapnyaDetailsLamborsi Barangkali tak ada yang tahu Apa itu lamborsi Tetapi aku ini kali Mengena kata lembaran Lamborsi hitam api Layaknya...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com