Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Zulkifli Abdy Senja semakin genit menjelang mentari pamit di kaki langit Aku menyambangi Sarinah yang bukan lagi wanita seperti...
Karya: Zab Bransah Sekian lama aku menanti kabar darimu, oh rindu. Di setiap senja hingga larut malam aku menyepi, dan...
Buat Seorang Sahabat Ramadhan yang engkau pinta itu telah tiba Tatkala mentari bergegas di ufuk Rona merah senja menjirna hablur...
Karya: Rahmawati Engkau sang mentari kehidupan yang bersinar di tengah gelapnya malam yang tak mendengar akan amarah dan tak menghiraukan...
Oleh : Pril Huseno Berdomisili di Jogjakarta Ikan - ikan berenang di aquarium kehidupan Mengarungi jalan hidup yang bisu Tiada...
Oleh Sitti Zahara Tarmizi Tuan... Sejak kejadian hari itu Ku tak lagi mendengar kabarmu Dering favorit darimu Tak lagi kutemui...
Oleh Sitti Zahara Berdomisili di Ule Glee, Pidie Jaya Senja... Aku selalu menantimu tiba Agar magrib cepat menghampiri Dan...
Zab Bransah Malam di setiap malam. Kita menjalankan perintah melaksanakan ibadah Dari awal ramadhan penuh khusuk penyerahan diri kepada...
Oleh Zab Bransah Bagi:Marzelan PS Alhamdulillah ibunda senyum ketika memandang cinta kasih Permata bunda menangis saat perjuangan pengorbanan antara hidup...
*Zab Bransah.... Air mata Ketika sahabat bercerita Begitu indah dalam doa di sisi Ka'bah Sahabat Mendokan bagi kami semoga dipermudahkan...
© 2026 potretonline.com






