Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
NOOR HASMAH ISMAIL TIADA LAGI ENGKAU DALAM RAMADHAN INI Baru saja kuteringat dengan bahagianya hari kelmarin Bahagiannya aku tersenyum bersama...
TALIAN KERAMAT Saban hari kita mesra di talian untaian penuh keakraban biar jadi tali persaudaraan meminta kasih di diksi bersatu...
Zulkifli Abdy Rantau yang tak mungkin dijelang Kepergian yang mungkin tak pulang Rempang dan Galang akan kah hilang Betapa...
ENGKAUKAH ITU Zhafira Putroe Rendra Angin menderu keras kenderaan melaju Debu mengepung pupil meringis pedih Jarum kompas kian memutar Kakanda...
Awal kehadiran cinta Permata hati hadir untuk kasih Dia cinta Mata bening rupa seperti kapas Permata intan beri bahagia atas...
Oleh Kanda Agus Salam Air Mata Dari Aceh kami hanya mampu mengirimkan doa Karena kita adalah " SERUMPUN "...
Bunga Belimbing Delia Rawanita Bunga belimbing bergelantungan di tiap cabang Putik mekar dilindung daun muda Tidak terlihat jelas di permukaan...
Terima kasih Aku Hei aku... Terima kasih telah menemaniku Dalam perjalanan panjang kali ini Aku tahu, ini sangat melelahkan Kemarilah...
PUISI | Kota Kata I. Kusambut seri pagi ceria sekali di sebaliknya gusar terjangka misi sukar. II. Benar kata pujangga...
Anak Jalanan Karya : Yanimar W Yusuf Di perempatan jalan anak anak berkeliaran Menatap sayu...
© 2026 potretonline.com