Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Elyana Siswi SMA Negeri 1 Aceh Jaya Jingga kau layaknya energi yang hangatkan milik sang pemilik semesta. Kau pemilik...
Zab Bransah Tiada lagi kisah cerita sebelum tidur Para leluhur negeri Cinta keindahan pulau Tempat singgahan para pengembara laut...
Karya Keisha Elsria Mulya Aku ingin meraih asa Nan jauh menyongsong hari esok bercahaya Laksana matahari menyinari dunia Mimpiku...
Mustiar Ar Rakyat kini terzalimi Diinjak-injak oleh penguasa yang kehilangan nurani Mana jiwa pejuangmu mendiamkan rakyat diinjak Atau jiwa...
NOOR HASMAH ISMAIL TIADA LAGI ENGKAU DALAM RAMADHAN INI Baru saja kuteringat dengan bahagianya hari kelmarin Bahagiannya aku tersenyum bersama...
TALIAN KERAMAT Saban hari kita mesra di talian untaian penuh keakraban biar jadi tali persaudaraan meminta kasih di diksi bersatu...
Zulkifli Abdy Rantau yang tak mungkin dijelang Kepergian yang mungkin tak pulang Rempang dan Galang akan kah hilang Betapa...
ENGKAUKAH ITU Zhafira Putroe Rendra Angin menderu keras kenderaan melaju Debu mengepung pupil meringis pedih Jarum kompas kian memutar Kakanda...
Awal kehadiran cinta Permata hati hadir untuk kasih Dia cinta Mata bening rupa seperti kapas Permata intan beri bahagia atas...
Oleh  Kanda Agus Salam Air Mata Dari Aceh kami hanya  mampu mengirimkan doa Karena kita adalah " SERUMPUN "...
© 2026 potretonline.com






