
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Kembalikan malam pada malam Biarkan gelap menggumpal dan kelam Biarkan bulan menebarkan senyum Agar malam tetap temaram...
Baca SelengkapnyaDetailsDi Ujung Pematang Di ujung pematang engkau menyapaku... Di ujung ...kau memangkilku... Putih di antara burung pipit Beterbangan melingkari padi...
Baca SelengkapnyaDetailsJauh sebelum hari ini Kita adalah sepasang mimpi yang memiliki tujuan sama Hingga pada akhirnya, Janji-janji yang terapung tanpa...
Baca SelengkapnyaDetailsGerik Pintu Bambu Pada suatu pagi Aku berjalan jalan Hingga ke lorong -lorong sepi Kedengar dan kulihat kakek tua...
Baca SelengkapnyaDetailsMustiar Ar DOA SEORANG PELACUR Seorang perempuan muda Di hempas terik Pada jalan mendaki Mimpinya sekerat rupiah Bagi mulut mungil,...
Baca SelengkapnyaDetailsBISIK ALAM Angin bertiup Awan berarak dalam keheningan Hujan rintik bercucuran memberi kenikmatan Fa bi aiyyi ala irabbikuma tukazziban Nikmat...
Baca SelengkapnyaDetailsDIAM Waktu menguji dengan perpisahan jarak menguji dengan rindu air mata adalah hujan ikhlas jatuh di dada jika sudah terangkai...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Alkhair Aljohore Namamu cukup menawan Sejuk mata memandang Rindu membelai jiwa. Yang kutunggu selendang tali kerabatmu belum kesampaian Ntah...
Baca SelengkapnyaDetailsDI SUATU TEMPAT Ali surakhman ts Di laut-Mu aku bukan apa-apa Di daratan-Mu aku hanya kepingan belaka Di angkasa-Mu aku...
Baca SelengkapnyaDetailsOh Zulia. Kurindu dikau Sesaat entah terminal mana singgah Aku lupa entah berapa Zulia pernah kusinggah Hanya cinta berulang ulang...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com