
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
PUISI | Kota Kata I. Kusambut seri pagi ceria sekali di sebaliknya gusar terjangka misi sukar. II. Benar kata pujangga...
Baca SelengkapnyaDetailsAnak Jalanan Karya : Yanimar W Yusuf Di perempatan jalan anak anak berkeliaran Menatap sayu...
Baca SelengkapnyaDetailsSURAT DARI HULU (71) Tak ada yang terfahami Dari gerak semu dan laju keakuan Seperti katamu elegan dan fantastis...
Baca SelengkapnyaDetailsMustiar Ar : REMPANG AIR MATA LUKA Suaraku hampa Di deru gas ie mata Tumbang Di tanah juang :: wira...
Baca SelengkapnyaDetailsAKU MASIH ADA ANTARA RAKYAT JELATA Karya, Muzamir Abd Hamid Aku masih ada antara rakyat jelata. Aku masih ada hanya...
Baca SelengkapnyaDetailsJIWA YANG TERDALAM Hati batinku begitu rapuh dan suci Dipenuhi dengan harapan dan impian yang berkekalan Mendambakan cinta, tidak goyah...
Baca SelengkapnyaDetailsAku berjalan di jalanan Seringkali melihat apa yang terjadi Orang berlalu lalang bersama kisahnya Kisah yang kurangkap sebagai kata-kata...
Baca SelengkapnyaDetailsL K Ara Ibu Inilah saat setiap kubaca Baris kaligrafi memercik cahaya Menghalau kabut Yang menumpuk Dalam diri Inilah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Siti Zahara Tarmizi Apa itu 17 Agustus? Hari kemerdekaan Indonesia kah? Begitukah tuan? Semua orang akan berkata iya Namun...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Zab Bransah Hari ini janji dari penjanjian empat puluh empat hari pada perjanjian Untuk oksigen pada perjalanan hidup...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com