Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Izzat Isa Laluan panjang ini memberitahu kita titik nilai pendoman dan perjalanan masa tidak mendedahkan luka atas liku-liku...
DUA DI ANTARA KITA (untuk yang berjuang) Oleh Izzat Isa Kita yang mengungkapkan setia senantiasa cukup seadanya...
Oleh Zulkifli Abdy Lewat jendela malam Kulihat mereka menangis Mayat-mayat bergelimpangan Roket-roket pemusnah menghunjam Bumi Gaza dan tanah harapan...
Mustiar Ar : TANAH GAZA Tanahnya bersimbah darah para syuhada Yang meneriakan takbir Doa perisai melawan zionis merajai Air mata...
Umat begitu ghairah antusias dan cemas berhimpun rakan dan sahabat di stadium, di dewan, di padang dan apa juga...
Itu kamu Jalan yang begitu sulit kulalui Aku tersesat menuju pulang Kehilangan arah tidak mudah Melumat segala harap selama...
SENJA MERAH DI PALESTINA Karya Hamdani Mulya Palestina dukamu, dukaku juga Palestina doa kami tak putus-putus Seiring nafas berjalan dalam...
Penari Dia penari lirikan mata gerak jemari senyum bibir menggoda Menghanyutkan setiap mata menonton gerakan tubuh penari Penari cantik khas...
Oleh. Alkhair Aljohore@ Aku ini tidak mengajak Tetapi membajak Mulutku laser Tembak sesiapa Tuduh saja ; Kafir sesat laknat Biar...
DURJANA Dunia sudah diakui semakin kejam tidak pada tubuh, pasti pada jiwa Seluruh alam mula berdoa moga tamat semua kesakitan...
© 2026 potretonline.com






