Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Itu kamu Jalan yang begitu sulit kulalui Aku tersesat menuju pulang Kehilangan arah tidak mudah Melumat segala harap selama...
SENJA MERAH DI PALESTINA Karya Hamdani Mulya Palestina dukamu, dukaku juga Palestina doa kami tak putus-putus Seiring nafas berjalan dalam...
Penari Dia penari lirikan mata gerak jemari senyum bibir menggoda Menghanyutkan setiap mata menonton gerakan tubuh penari Penari cantik khas...
Oleh. Alkhair Aljohore@ Aku ini tidak mengajak Tetapi membajak Mulutku laser Tembak sesiapa Tuduh saja ; Kafir sesat laknat Biar...
DURJANA Dunia sudah diakui semakin kejam tidak pada tubuh, pasti pada jiwa Seluruh alam mula berdoa moga tamat semua kesakitan...
Puisi Wanrazuhar Kuala Lumpur, Malaysia berikan aku warna biru untukku warnakan langit dan awan biar bumi Palestin menjadi syahdu...
Puisi Julia Ikin Pohon kemanusiaan rapuh di Gaza antara rimbunan peradaban teduhan tiada lagi rendang segala tempat perlindungan segala tempat...
Puisi Zaleha Secawan kopi kita kongsi lemak manis kaurasa tentunya di sana likat pahit kurasa tentunya di sini Tiada salah...
KEIKHLASAN UNTUK SEBUAH HARAPAN Karya :Dinda Anjelly Hari ini dunia tampak cerah Matahari bersinar seolah menandakan ia telah berhasil...
Zulkifli Abdy Terkadang ingin aku bertanya.., Apakah anak-anak jenjang itu telah mati Sehingga tak dapat lagi untuk berpijak langkah...
© 2026 potretonline.com