Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Alkhair Aljohore@ Johor, Malaysia Cinta Hamka dan Siti Raham, Sebuah kisah yang tak terjamah. Seperti dua hati yang terikat,...
Oleh Nita Juniarti Aku mencintamu dengan kecemasan sekat dada yang kosong, Sanggupkah kau tahu, seperti Aku yang merindui dengan...
Oleh: Indra Mardiani Guru MIN 11 Banda Aceh Jalan setapak makam Teuku Nyak Arief Diantara ruang terangnya mentari Dulunya tenang...
SUATU BICARA Saban hari setiap detik suatu masa aturan Allah jua setiap makhluk atas Kehendak-Nya Hujung minggu ada penghidupan baru...
JEJAK BANGAU PUTIH Zab Bransah Bangau putih itu sudah lama tinggal di sini Mendiami tanah moyang Sebelum tuan kolonial...
Oleh Izzat Isa Laluan panjang ini memberitahu kita titik nilai pendoman dan perjalanan masa tidak mendedahkan luka atas liku-liku...
DUA DI ANTARA KITA (untuk yang berjuang) Oleh Izzat Isa Kita yang mengungkapkan setia senantiasa cukup seadanya...
Oleh Zulkifli Abdy Lewat jendela malam Kulihat mereka menangis Mayat-mayat bergelimpangan Roket-roket pemusnah menghunjam Bumi Gaza dan tanah harapan...
Mustiar Ar : TANAH GAZA Tanahnya bersimbah darah para syuhada Yang meneriakan takbir Doa perisai melawan zionis merajai Air mata...
Umat begitu ghairah antusias dan cemas berhimpun rakan dan sahabat di stadium, di dewan, di padang dan apa juga...
© 2026 potretonline.com