Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Alkhair Aljohore Malaysia A: Kenapa kau menjual bait-bait puisi? B: Karena mereka tidak mampu menghidupi diriku. C: Tapi...
Oleh Zulkifli Abdy Di permenungan malam hanya ada ragu dan sekumpulan orang-orang dungu Angin tak lagi bercerita dalam irama...
Zulkifli Abdy Jalan berkawan belum tentu sejalan Sendiri pun terkadang terasa sepi Hidup tak akan pernah terasa cukup Syukur...
Oleh Said Adli Aku tidak tahu memulai kegelisahan ini dari mana dari apa dari siapa Kesemrawutan sudah lama terjadi Reformasi...
Oleh Alkhair Aljohore Di tengah keramaian dunia yang serba cepat Ada jiwa yang kikir dan terpinggirkan Mereka terjerat dalam ketamakan...
PENGHUNI PUTIH BIRU Di bawah gunung Labalekan Kau berdiri kokoh tak bersuara bagaikan hembusan angin Sebuah alas kaki,...
Karya: Sulaiman Juned MAK: 20 TAHUN KEPERGIANMU mak sampai juga waktu menjemput di penghujung ramadhan-subuh yang hening melepas Kau pulang...
Oleh Tabrani Yunis Malam ini gerimis begitu lebat Deras mengalir ke relung-relung hati Seperti banjir bandang di waktu pagi Tiba-tiba...
Karya: Suwarni Gontai langkahmu Namun kau tak pernah surut asa Kau pijak dan terus kau pijak Duri yang selalu...
Oleh Zulkifli Abdy Lembah itu kini telah dipagut sunyi, sejak terakhir kali aku lalui Bukit-bukit terjal yang basah telah...
© 2026 potretonline.com