
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh: Muhrain pertemuan para politik Aceh di gampong dan duson untuk membangun adalah pertemuan mulia dengan niat baik datang segera...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nita Juniarti Mereka bertanya tentang emansipasi Media, mengumbar nafsu amarah Jalanan, menyulut kemarahan teriak-teriak membahana "emansipasi....emansipasi" Apalagi yang mereka...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Usfa Hampir setiap hari Kutelusuri jalan ini Seakan tiada pernah lelah Karna kutahu kehabagiaanku ada di sini Kutelusuri...
Baca SelengkapnyaDetailsAIR MENIMPA BATU Dia pernah remaja lama dulu. Katanya banyak halangan terpaksa ditempuh. Tidak ingat dis berapa kalli gagal usaha....
Baca SelengkapnyaDetailsBuat Barlian AW Oleh Zulkifli Abdy Aku mencium aroma rindu yang engkau genggam sepanjang jalan kembaramu dan aku menantimu dengan...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Muhrain karena angin telah membawa pergi awan penghujan ia sebab kemarau menetap bangkai pesta pertukarkan semerbak pengantin lubang jalanan...
Baca SelengkapnyaDetailsPADANG PANJANG—Potretonline.com- Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang bekerja sama dengan majalah digital Elipsis menggagas penerbitan buku bertajuk "Bencana". Bencana...
Baca SelengkapnyaDetailsJakarta, 18 Juli 2024-Potretonline.com- Ketua Umum Satupena menanggapi pernyataan tentang penolakan kehadiran Satupena di Kota Payakumbuh. Pada intinya Denny JA...
Baca SelengkapnyaDetailsZulkifli Abdy Ingin aku merenggut hatimu Tapi aku bukan pencuri Ingin aku menambatkan hati ini Tapi aku tak punya...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Alkhair Aljohore@ A: Kenapa kau menjual bait-bait puisi? B: Karena mereka tidak mampu menghidupi diriku. C: Tapi puisi...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com