
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Padang, Oktober 2024- Potretonline.com- AI adalah kecerdasan buatan cabang ilmu komputer yang berfokus kepada pengembangan sistem yang dapat melakukan...
Baca SelengkapnyaDetailsKOPI SILATURAHIM Susuri berdekat aromanya tetap harum menusuk walau ada garis pemisah Takdir menemukan jua hadir mendidih bersama rindunya...
Baca SelengkapnyaDetailsPENANTIAN Zulkifli Abdy Hari itu simponi bernyanyi Pagi sunyi lambat laun perlahan-lahan Perjalanan waktu ke satu titik antara Rembulan kian...
Baca SelengkapnyaDetailsJejak l Zab Bransah Ini tinggal nama Pantai tak bertuan Pesisir didiami Tak ada keaslian Hilang jejak kian lama penetapaan...
Baca SelengkapnyaDetailsEsoteris Cinta Cinta adalah ketulusan tanpa cela Cinta adalah pengorbanan selama Ya Cinta adalah kebahagiaan di balik rintangan Cinta adalah...
Baca SelengkapnyaDetailsPencandu bukan sebuah cerita duka itu derita luka terkesan di hati kuukir di lembaran lalu jadikan sebuah puisi kuselumbung dalam...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nadia Taruni Kelas XI Desain Pemodelan Busana SMKN 1 Jeunieb Mimpi adalah sebuah hayalan Yang tertinggal di ujung...
Baca SelengkapnyaDetailsLELAKI YANG MENJUAL TUGAL PRIBUMI Oleh: Muhammad Sholeh Arshatta katakan padaku kapan percakapan terakhir lelaki banyak cucu yang mencangkul mantra...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nailul Muna Bransah Hari ini Tanggal tujuh belas Agustus setiap sekolah memperingati hari kemerdekaan Perjuangan yang sudah lama...
Baca SelengkapnyaDetailsN U N Oh.., Baginda Nun di sana Di singgasanamu Kau cemaskan batin ini Kau bimbangkan hati kami Kau pupuskan...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com