
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh : Mr.Kunang.HSB Aktivis Lingkungan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara Aku adalah binatang berwujud manusia Mereka memanggilku kunang kunang Tapi aku...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Buatmu Ibu Oleh : Noor Hasmah Bagaikan petir menyambar tubuhmu Tak kala aku melihat pemergianmu Lemah longlai tak berdaya...
Baca SelengkapnyaDetailsKolkata, November 2024- Potretonline.com- Buku Penyair Indonesia dan India berjudul Whisper : Interlude of Voices diluncurkan pada tgl 18...
Baca SelengkapnyaDetailsBebaskan Aku Dari Pasung Dan Rantaimu biarlah aku berbicara tanpa rantaimu yang panjang berjela membelit hasratku menjerut mantikku biarlah aku...
Baca SelengkapnyaDetailsPadang, Potretonline.com- Pemakaian artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sangat membantu kerja kreatif seniman dan sastrawan, tapi tetap harus dibingkai...
Baca SelengkapnyaDetailsPadang Panjang,- Potretonline.com- Seluruh Guru dan 20 siswa SDN 1 Padang Panjang Timur, Padang Panjang semenjak 13 sampai 23...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Leni Marlina 1) Sahabat, bukannya aku sombong tak mau bermain bersamamu, sahabatku sayang, sepulang sekolah, aku menyusuri pematang...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Leni Marlina Di Padang, Sumatera Barat 1) Kawan, kau sering bertanya, kenapa aku selalu resah menunggu bel pulang...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi oleh Leni Marlina 1) Kawan janganlah kau marah, bukan maksudku tak mau melangkah bersamamu, tapi ibuku resah menunggu....
Baca SelengkapnyaDetails“Aku melalui fasa zaman banyak penyakit dan banyak pesakit” Di persimpangan waktu, langkahku terhenti, Dalam kaca dunia, nampak wajah sepi....
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com