Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Ilustrasi Kumpulan Puisi Leni Marlina "Tangis yang Tak Terdengar". Sumber Gambar: Starcom Indonesia's Artworks No. 925-10 Assisted by AI....
RUMAH DUKA, SAJAKKU MENGALIRKAN GENANGAN AIR MATA rumah duka di sini sajakku mengalirkan genangan air mata sepi terkunci rapi...
Oleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah) Di jalan raya yang membentang bisu, Tangerang-Merak menjadi saksi kelabu. Asa...
L K Ara Monolog: Di Bawah Kubah Baiturrahman (Seorang lelaki tua berdiri di tengah Masjid Raya Baiturrahman, mengenakan baju gamis...
JAKARTA – Potretonline.com- Penyair Aceh Faridha meluncurkan buku Suatu Waktu, Suatu Ruang, Ketika Hati Menyentuh Kata di Pusat Dokumentasi...
Puisi LK.Ara (Aktor berdiri di tengah panggung, menghadap ke arah penonton. Cahaya lembut menerangi, suara gemericik air terdengar di latar...
L K Ara *(Seorang Perempuan berdiri di tengah panggung, mengenakan pakaian tradisional Aceh. Di tangannya tergenggam rencong kecil. Wajahnya penuh...
L.K. Ara: BALADA ANAK DAN PADANG PADI Di kaki langit yang biru membentang, Seorang ayah memegang tangan, Jemari kecil, jemari...
Kutulis Bait-bait Cinta di Awal Januari 25 Di mana embun sejuk penuh harapan, Menanti mentari berkedip riang, Kutulis...
Oleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris KEAI Jawa Tengah) Di sudut kota Makassar yang riuh, Hiduplah seorang pria bernama Hendra, Pengacara...
© 2026 potretonline.com