Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
SAJAK BALON GAS balon yang engkau pegang telah menjadi satu warna engkau yang membuatnya abadi gas yang ada di dalamnya...
Oleh Mustiar Ar Tjut Nyak Dien Pejuang tak kenal lelah Semangatnya membara Melawan kolonial Keberanian yang meletup Getarkan nyali kolonial...
SENDIRI ini ruang tunggu yang kau janjikan sepi saja: berkelebat kenangan aku mencintaimu, katamu pada hamparan rerumput menghamba pada kesunyian...
Oleh : Heru Patria ajari aku membacake arah mana indonesia hendak dibawaketika kebijakan tak berpihak pada jelataundang undang dan konstitusi...
Kolam Susu Karya : Ilhamdi Sulaiman Bukan lautan hanya kolam susu Riak tak lagi menepi ke pantai Buihnya terbentur pancang...
- berkait dengan Gaza dan keluhan insan Sajak 1: "Doa yang Tak Sampai" Langit sudah kenyang dengan jeritan, Doa berjejer,...
Oleh Sultan Musa 'bukankah hanya sedikit ?' itu katanya mengambil bukan hak telah membuka setetes kehancuran terbungkus dosa bersolek rapi...
Fikar W.EdaASSALAMU'ALAIKUM Assalamu'alaikumkepada angin berdesirMenyingkap tabirtiap butir dosa dan pahala,menggerakkan ranting, dahan dan kelopak mala Assalamu'alaikumkepada senjamenghantarkan malamdan segala rahasia...
Tanah Mandailing, budaya kaya Terjaga dengan baik, tidak pernah pudar Adat istiadat, menjadi pedoman hidup Mengajarkan kita, tentang nilai-nilai yang...
(Ondeh oi, lamaknyo lai) (Apo namo makanan ko yo?) Kata mamak dari teras tangga kecil. (Masuaklah ni. Masuaklah). (Cubolah ko...
© 2026 potretonline.com






