
Oleh Zulkifli Abdy Kegamangan malam merangkak mengikuti detak jarum jam Perlahan mengunci hening huma di segara yang telah ditinggal kelana...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis ( Buat anakku Amalina Khairunnisa yang pergi bersama tsunami) Sambil kau berlari-lari Kau mengikuti Mengejar ayah pergi...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Zulkifli Abdy Gempa.., oh gempa dahsyat sekali bumi tiba-tiba berguncang Tsunami.., oh tsunami ngeri sekali ombak gulung-gemulung Gempa Aceh..,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Sejenak kutertegun.., Tiba-tiba saja orang-orang mulai berbenah Hari berganti bulan dan bulan pun berbilang dua belas Semuanya...
Baca SelengkapnyaDetailsRindu Ibu Delia Rawanita Besok pertemuan kita,bu Aku tak pernah lupa menghitungnya tanggalnya Selamanya Pagi itu aku bersama ibu Kita...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Entah mengapa.., Tiba-tiba sadja akoe teringat sesoeatoe jang telah lama sekali berlaloe Sehingga akoe merasa perloe menoelisnja...
Baca SelengkapnyaDetailsMustiar Ar ------------------ MEULABOH 1 Sisa kupi semalam Membisikan jiwa Napas tersengal Saat dirimu, ucapkan " rawat aku dengan...
Baca SelengkapnyaDetailsNAMA PENGKARYA : GURU KIDAL ( I ) aku duduk di rerali jendela mengait sembilan belas kuntum tulip merah...
Baca SelengkapnyaDetails, Sajak ke - 3 ...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Zulkifli Abdy Pintu senja baru saja tersingkap Tatkala lidah api menjilati dinding kering Laksana menadah hangatnya mentari senja...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com