
Oleh Zainatul Shuhaida Abdull Rahman Pemuisi Malaysia Saudaraku di seberang Tidak kenal rupa wajah Ombak badai samudera memisah Apabila...
Baca SelengkapnyaDetails(buat sahabatku, Tabrani Yunis) Tab, saya - anak berspeda jauh lewat pulang, rapat maghrib - berdetak, pecah hati, gemuruh risau...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Yudhie Haryono Sastrawan terbesar di Asia Tenggara ini lahir di Blora, 6 Februari 1925. Pribadinya humanis, merakyat dan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zab Bransah Langsa Aceh Indonesia Jiwa ini kerinduan bersemayam kisah antara dua batas selat Malaka antara Kuala Langsa Tiap...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Kita kerap melihat tahun baru dengan perspektif atau kacamata yang berbeda. Mungkin satu hal yang patut kita...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Breaking Reza Wahai lelaki, kenapa menangis tersedu seperti itu? Bukankah ayah telah memberi pesan bermakna? Wahai lelaki, mengapa kau...
Baca SelengkapnyaDetails*Satu tahun, lengkap dan selesai* *namun hakikatnya, berkecai.* *Yang lebih abadi* *hanya puisi, koma, dan titik ini.* *Jika dikenang,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosli K.Matari Malaysia Kemiskinan itu, harta bukan jiwa. Miskin apa, ada sungai, telaga sumur, mana habis air? Sawah...
Baca SelengkapnyaDetailsZulkifli Abdy Catatan harian ku akan berakhir Seiring tahun akan berganti 2022 akan segera pergi 2023 telah menanti Pandemi...
Baca SelengkapnyaDetailsKopi, Mawar Tidurlah, mawar malam hanya sebentar jika lena. Esok terjaga hari cepat sekali, pagi. Bahkan, mimpi bergegas pergi. Aku...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com